Mobil Dinsos Makassar Dilempari Batu Usai Tertibkan Pengamen Badut

Mobil Dinsos Makassar Dilempari Batu Usai Tertibkan Pengamen Badut

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Setelah diamankan, Ia memangil pihak keluarga pengamen badut dan anak jalanan. Mereka diminta menandatangani surat pernyataan untuk mengawasi dan tak membiarkan anaknya kembali turun ke jalan.

“Sebagian besar yang kita amankan anak kecil, rata-rata anak sekolah,” tuturnya.

Keberadaan pengamen badut mengisi sejumlah perempatan jalan di tengah kemacetan dengan iringan lagu dangdut jadi hiburan tersendiri bagi pengendara. Pengamen tersebut pun berjoget dengan lincahnya.

Namun di balik kostum yang bertemakan sejumlah tokoh kartun dan animasi yang imut dan lucu tersebut, ada sisi gelap di mana sebagai besar dari mereka adalah anak-anak di bawah umur. Mereka adalah korban eksploitasi.

Pengamen cilik tersebut, antara lain, terpantau di perempatan Jalan Ratulangi, Jalan Sungai Saddang dan Jalan Veteran. Begitu pun area Jalan Masjid Raya, Jalan Bandang dan Jalan Veteran Utara.

Salah satu pengamen badut, (Ru) mengaku diajak oleh tetangganya yang sekaligus penyedia kostum. Dia mengatakan mampu meraup ratusan ribu per hari bila seharian berjoget di lampu merah. Hanya saja uang tersebut, kata dia, disetorkan kepada pemilik kostum.

"Kadang sampai ratusan ribu," kata Aldi.

Dia mengaku awalnya kostum tersebut membuat gerah dan berat saat digunakan. Hanya saja, dia mengaku sudah terbiasa dan bisa menyesuaikan diri.

"Biasami," katanya.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Makassar, Andi Eldi saat dikonfirmasi menerangkan pihaknya setidaknya telah menahan sekitar 50 badut di sejumlah titik perempatan jalan dalam lima bulan terakhir.