Mengenal Regional Economic Integration, Sebuah Kajian Ekonomi Makro

Mengenal Regional Economic Integration, Sebuah Kajian Ekonomi Makro

Dandi Bajuddin

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Dalam kajian Ekonomi Makro, terdapat sebuah klasifikasi khusus yang membahas Ekonomi Politik.

Ekonomi Politik (Ekopol) merupakan sebuah startegi dan taktik maupun kebijakan khusus untuk mengatur penetapan harga terhadap suatu komoditi baik berupa barang ataupun jasa.

Tentunya kebijakan tersebut tidak hanya mempertimbangkan arus perdagangan di dalam negeri, namun juga meninjau harga suatu komoditi terutama dalam aktivitas perdagangan bebas yang melibatkan berbagai negara.

Dalam artikel ini kita akan membahas sebuah sistem perdagangan yang dilakukan oleh dua negara atau lebih yang saling melakukan kegiatan Free Trade atau perdagangan bebas yang merupakan bagian dari kajian ekonomi makro khususnya ekonomi politik.

Perdagangan bebas tentunya tidak terjadi begitu saja dan serta merta. Kegiatan seperti ekspor dan impor tentunya dilakukan antar kedua negara dengan melibatkan sebuah kesepakatan terlebih dahulu.

Ada sebuah sistem yang mengatur mekanisme pasar bebas yang melibatkan berbagai negara, dan salah satunya yaitu sistem Regional Economic Integration.

Economic Integration menurut Tinbergen ialah penciptaan struktur perekonomian internasional yang sangat bebas, yang memilik jalan untuk menghapuskan banyak pembatasan-pembatasan yang sudah dibuat dengan pekerjaan perdagangan bebas yang memiliki introduksi dengan berbagai bentuk kerjasama serta unifikasi.

Pada intinya Economic Integration merupakan sebuah sistem pengintegrasian untuk mempercepat proses mekanisme dari perdagangan bebas dengan menghapuskan berbagai hambatan-hambatan baik berupa tarif maupun non tarif yang melibatkan berbagai negara.

Terdapat beberapa Regional Economic Integration di dunia yang hal tersebut tergantung letak dan di mana posisi suatu negara tersebut berada secara geografis.

Indonesia yang secara geografis memasuki kawasan Asia Tenggara, turut andil dalam kemajuan proses Economic Integration di regionalnya.

Mengenal Regional Economic Integration, Sebuah Kajian Ekonomi Makro
ASEAN (web philippine-embassy)

Negara-negara yang berada di Regional ASEAN sepakat untuk membentuk dan mengatur urusan free trade atau perdagangan bebas mereka, maka dari itu lahirlah sebuah Regional Economic Integration pada tahun 2015 yang bernama ASEAN Economic Community (AEC).

Dalam pelaksanaannya tentunya sistem ini akan menguntungkan semua negara yang berada di regional tersebut.

Terutama dari segi pencari kerja, orang Indonesia bisa menjadi tenaga ahli secara mudah di Regional ASEAN, begitupula sebaliknya. Warga negara anggota ASEAN mereka bisa menjadi tenaga ahli secara mudah di Indonesia melalui kesepakatan Regional Economic Integration.

Bukan hanya persoalan tenaga kerja, hal ini juga berlaku bagi para pengusaha atau perusahaan yang ingin membuka cabang mereka baik berupa kantor maupun pabrik atau apapun yang berkaitan dengan perusahaan mereka.

Mereka akan di berikan akses yang mudah karena adanya kesepakatan dalam Regional Economic Integartion, maka dari itu sering kali kita melihat adanya perusahaan Indonesia yang memiliki cabang di negara ASEAN serta ada perusahaan dari negara ASEAN yang memiliki cabang atau kantor di Indonesia.

Regional Economic Integration tentunya sangat mendukung proses liberalisasi perdagangan yang akan memajukan kesejahteraan dan mendapatkan kemakmuran yang sebesar-besarnya.

Namun di balik itu semua, sejarah perdaban dan pertentangan ideologi dunia mencatat, sistem ekonomi liberal yang melahirkan kapitalisme akan selalu ditentang oleh pemikiran-pemikiran sosialis.

Mengenai dampak negatif dari Regional Economic Integration yang mengedepankan aspek liberalisasi, tentu akan terjadi perang harga antar komoditi dalam negeri dan dari luar negeri, melahirkan sentimen nasionalisme dan lain sebagainya.