Terkini.id, Internasional - Hubungan antara negara Arab Saudi dan Iran kembali memanas.
Kini, Raja Arab Saudi yakni Salman Bin Abdulaziz tiba-tiba muncul di depan publik dan lantang memberikan peringatan terbaru ke Negara Iran.
Hal itu disampaikan oleh Raja Salman dalam sebuah pidato di komite Shoura Saudi pada Rabu, 29 Desember 2021 kemarin.
Dijelaskan, Raja Salman meminta kepada Iran untuk meninggalkan kebijakan destabilitasi dan agresi di kawasan.
Tak hanya itu, ia juga meminta agar negeri itu mau bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitasi di kawasan Timur Tengah.
"Iran adalah negara tetangga Kerajaan. Kami berharap itu akan mengubah kebijakan dan perilaku negatifnya di kawasan dan beralih ke dialog dan kerja sama," katanya dikutip Arab News via CNBC Indonesia, Jumat, 31 Desember 2021.
Nah, Arab Saudi bersama dengan sekutu Arab dan Barat menuduh Iran mendukung beberapa milis di kawasan yang sedang berseteru dengan pemerintah, termasuk di antaranya Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, dan Hashd di Irak.
Adapun program senjata nuklir Iran juga menjadi perhatian, sehingga Arab Saudi menilai bahwa ini akan membuat kawasan semakin bersitegang.
"Kami mengikuti dengan sangat prihatin kebijakan rezim Iran. Yang mengganggu stabilitas keamanan dan stabilitas di kawasan, termasuk pembentukan dan dukungan milisi sektarian dan bersenjata, pengerahan kemampuan militernya secara sistematis di negara-negara kawasan," tegas Raja Salman lagi.










