Terkini.id, Jakarta - Pengakuan terduga teroris asal Makassar terkait kehadiran Munarman dalam baiat ISIS dan keterkaitan FPI dengan jaringan teroris, membuat heboh netizen di media sosial.
Penggiat Medsos, Mohammad Guntur Romli menyebutkan, video pengakuan terduga teroris dan laporan kepolisian terkait 19 teroris yang ditangkap adalah anggota FPI, membuat hoax yang disebar Munarman makin jelas.
Aktivis NU tersebut menunjukkan beberapa alasan mengapa seharusnya Munarman sudah ditangkap.
Salah satunya terkait dengan laskar FPI yang disebut Munarman tidak dipersenjatai atau tak membawa senjata api. Namun polisi menemukan bukti laskar FPI tersebut menggunakan senjata.
"Sudah jelas dia bikin hoax soal Laskar FPI yang katanya tidak membawa senjata api.
Atau dia memfitnah polisi menculik, menyiksa dan membantai Laskar laskar FPI. Omongannya penuh hoax, fitnah, kebencian dan menyebabkan kegaduhan dan kerusuhan," tulisnya lagi.
Terkait beredarnya video terduga teroris yang menyebut nama Munarman yang hadir saat pembaiatan ke ISIS, Muannas menyebut itu sudah jadi bukti kuat.
"Apalagi sudah ada petunjuk kuat dan bukti keterlibatan Munarman dgn bai'at kepada teroris ISIS. Yang lain sudah ditangkap.
Kapan Munarman ditangkap?" tulisnya di media sosial.
Seperti diketahui, sebelumnya anggota teroris yang ditangkap di Makassar, Ahmad Aulia mengaku sebagai anggota FPI.
Dia juga mengaku pernah dibaiat dan pembaiatan itu turut dihadiri oleh salah satunya Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman.
Munarman Sebut Framing Buzzerp
Menanggapi itu, Munarman menyebut kalau itu hanya kerjaan para buzzer.
Munarman tidak berkomentar banyak soal namanya yang disebut ikut hadir dalam proses baiat tersebut. Namun ia menuduh pernyataan itu hanya sebuah pembingkaian opini yang dibentuk oleh para penggiring opini.
"Framing dari para buzzeRp," kata Munarman saat dihubungi Suara.com (jaringan terkini.id) ditulis Jumat (5/2/2021).
Ia juga enggan menjelaskan secara detail soal cerita AA yang pernah dibaiat dihadapannya. Munarman tampak tidak peduli dengan hal itu.
"Suka-suka merekalah bikin cerita," ujarnya.
Serupa dengan Munarman, eks pengurus FPI Sulawesi Selatan juga membantah seluruh pernyataan AA temasuk mengakui sebagai anggota FPI. Eks pengurus FPI Sulawesi Selatan langsung membantahnya.
Salah satu eks pengurus FPI Sulawesi Selatan, Habib Muchsin Al-Habsyi tidak menampik kalau AA memang pernah ikut kegiatan yang digelar FPI Makassar. Akan tetapi ia menyangkal kalau AA terdaftar sebagai anggota atau laskar.
"Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota atau laskar FPI Makassar maupun di kota/kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Habib Muchsin dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com (jaringan terkini.id), Kamis 4 Februari 2021 malam.
"Bahwa yang bersangkutan pernah ikut kegiatan yang dilakukan oleh FPI Makassar maka tidak secara otomatis saudara AA menjadi anggota FPI," sambungnya.










