Lelang Jabatan Ditutup, Komisi A DPRD Makassar: Sah-sah Saja Wali Kota Pilih Orang Terdekat

Lelang Jabatan Ditutup, Komisi A DPRD Makassar: Sah-sah Saja Wali Kota Pilih Orang Terdekat

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Pendaftaran lelang jabatan Pemerintah Kota Makassar resmi ditutup hari ini. Sebanyak 75 pendaftar akan bersaing memperebutkan 24 jabatan eselon II.

Panitia seleksi akan menetapkan dan mengumumkan peserta yang dinyatakan lulus seleksi sebanyak 3 orang untuk masing-masing jabatan pada 14 Desember mendatang.

Merespons itu, Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad mengatakan sah-sah saja jika dalam lelang jabatan kali ini, Wali Kota Makassar memilih orang-orang terdekatnya.

Namun, kata dia, yang harus digarisbawahi bahwa orang tersebut tetap harus memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya.

Menurutnya, faktor kedekatan bukan menjadi yang utama dalam memilih pejabat.

"Tak ada masalah kalau menempatkan orang berdasar kedekatan karena dia akan menempatkan orang yang akan sejalan dengan visi misinya. Tidak mungkin pemimpin mau cari orang yang akan berkhianat. Tapi yang lebih penting, menempatkan orang yang sesuai dengan kemampuannya," kata Ray, Rabu, 24 November 2021.

Ia mengatakan dalam menentukan komposisi kedinasan harus ada kejelian menempatkan seseorang sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kerja sebelumnya.

"Misal untuk kadis kesehatan ya yang berlatar belakang di kesehatan maupun yang pengalaman di administrasi kesehatan. Sehingga lebih mudah menyesuaikan kebutuhan masyarakat kita sesuai dengan urgensinya," ungkap Politisi Demokrat ini.

Namun, jika yang mendaftar tidak ada yang sesuai dengan bidang tersebut. Menurutnya, yang paling penting adalah faktor keberlanjutan. Hal ini menjadi sangat penting dalam pengembangan kota ke depan.

"Kita juga karus menjunjung tinggi continuity. Jangan ada kadis baru yang jauh berbeda dari sebelumnya. Tidak masalah juga orang yang tidak berada di lingkungan itu dari sebelumnya, tapi harus ada planning yang bisa diteruskan dari yang sebelumnya," tambahnya.

Ia menjelaskan, sering sekali terjadi program yang dibuat pejabat baru, berbeda jauh dari sebelumnya. Sehingga hal ini membuat bingung masyarakat dan membuat program sebelumnya mangkrak.

"Saat ini sering terjadi, pemimpin baru berbeda jauh dari sebelumnya terkait program-programnya. Nah itu yang membuat kebingungan dari masyarakat kita," tutupnya.