Laki-Laki Ini Sindir Moderasi Beragama dan Serukan Ganti Sistem, Kang Dede: Gerombolan HTI Pengasong Khilafuck

Laki-Laki Ini Sindir Moderasi Beragama dan Serukan Ganti Sistem, Kang Dede: Gerombolan HTI Pengasong Khilafuck

R
Resty

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

– Pegiat media sosial, Dede Budhyarto menanggapi laki-laki mengaku aktivis 98 yang menyindir moderasi beragama dan menyerukan penggatian sistem menjadi syariah.

Kang Dede menilai bahwa dari pernyataannya, sangat jelas bahwa aktivis 98 tersebut adalah gerombolan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pengasong “khilafuck”.

“Dari kata-kata yang diucapkan aja sudah ketahuan mereka gerombolan HTI pengasong khilafuck,” kata Kang Dede melalui akun Twitter resminya pada Rabu, 26 Januari 2022.

Bersama pernyataannya, Kang Dede membagikan cuitan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Profesor Henry Subiakto.

Dalam cuitannya, Prof Henry Subiakto mengkritik aktivis 98 yang menyebut moderasi beragama sebagai sekuler dan ingin mengganti sistemnegaramenjadi syariah.

Prof Henry mengatakan bahwa aktivis 98 itu boleh-boleh saja tidak menyetujui soal proyek pembangunan Ibu Kota Negara baru serta boleh juga menganalisis mengenai oligarki dan kapitalisme.

“Tapi nuding moderasi beragama itu sekuler dan hanya untuk nutupi penjajahan kapitalisme, itu tudingan keji pada mayoritas Islam dan ulama-ulama moderat,” kata Prof Henry.

“Kemudian ngajak ganti sistem, ini suara frustrasi yang anti Pancasila dan anti NKRI,” sambungnya.

Adapun dalam video yang diunggah Prof Henry. seorang laki-laki yang mengaku sebagai aktivis 98 membahas soal Ibu Kota baru, oligarki, kapitalisme, hingga moderasi beragama.

Ia mengatakan bahwa oligarki muncul dari sebuah konsep yang bernama kapitalisme yang menurutnya sedang menggerogoti Indonesia dan seluruh dunia.

Pola-pola kapitalisme ini, menurutnya, sedang dilakukan juga di negeri ini. Sehingga, ia menilai bahwa tidak tepat jika Indonesia disebut sebagai negeri Pancasila, melainkan negara kapitalis.

“Negeri ini negeri kapitalis yang akhirnya melahirkan oligark-oligark para kapitalis yang mengendalikan hukum, yang mengendalikan ekonomi, yang mengendalikan Ibu Kota. Itu persoalan,” katanya.

Laki-laki ini melanjutkan bahwa sistem ini rusak dan lahir dari sekularisme, yaitu pemisahan agama dari kehidupan.

“Kenapa hari ini ada moderasi beragama misalnya? Itu sebenarnya untuk nutup-nutupi penjajahan kapitalisme oligark,” ungkapnya.

Laki-laki ini lantas menyerukan bahwa perlu dilakukan pergantian rezim dan juga pergantian sistem di negara ini.

“Apa yang saya katakan? Ganti rezim, ganti sistem. Apa sekali lagi saudara-saudara sekalian? Ganti rezim, ganti sistem!” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa sistem syariah Islam akan membuat negara ini menjadi lebih baik.

“Kesempatan yang baik ini, saya aktivis 98 yang sangat senang dengan syariah, saya tawarkan syariah Islam untuk negeri ini lebih baik,” katanya, yang kemudian disambut takbir oleh orang di sekitarnya.