Konflik Rusia dan Ukraina Memanas, Said Iqbal: Perang akan Menghancurkan Ekonomi Dunia Termasuk Indonesia

Konflik Rusia dan Ukraina Memanas, Said Iqbal: Perang akan Menghancurkan Ekonomi Dunia Termasuk Indonesia

LA
Lilis Adilah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Konflik antar negara Rusia dan Ukraina terus memanas. Serangan demi serangan terus diluncurkan Rusia untuk menunjukkan kekuatan militernya.

Konflik ini memicu reaksi dari buruh di Indonesia. Presiden Partai Buruh Indonesia Said Iqbal , mengatakan dia khawatir jika konflik ini terus berlanjut maka ekonomi dunia akan hancur yang pastinya akan berimbas ke Indonesia.

Kekhawatirannya itu ia sampaikan karena dari konflik itu akan muncul tragedi kemanusiaan dan sangat berpengaruh terhadap ekonomi.

"Partai Buruh dan Serikat Buruh di Indonesia berpendapat, perang Rusia dan Ukraina akan menghancurkan ekonomi dunia termasuk Indonesia di tengah pandemi covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya," kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal, dikutip daruli laman CNN Indonesia, Kamis 24 Februari 2022.

Dia juga menegaskan jika perang antara Rusia dan Ukraina berpotensi memicu Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk buruh di seluruh dunia.

Bahkan, harga kebutuhan pangan terancam melambung tinggi, selain itu minyak dan energi juga dikhawatirkan tidak stabil harganya akibat konflik Rusia dan Ukraina.

Lewat pernyataannya, Partai Buruh dan Serikat Buruh mendesak pemerintah Indonesia untuk berperan aktif dalam menghentikan perang antara Rusia dan Ukraina dalam kerangka misi kemanusiaan dan perdamaian PBB yang akan disampaikan lewat demonstrasi di Kantor PBB Jakarta.

"Dalam waktu dekat Partai Buruh dan Serikat Buruh di Indonesia akan melakukan aksi demonstrasi menolak perang di Kantor PBB Jakarta, Kedubes Rusia, Kedubes Amerika, dan Kedubes Ukraina," ujar Said.

Partai Buruh juga rencananya akan mendesak negara-negara lain agar tidak terlibat dalam konflik dua negara tersebut, kecuali mis perdamaian oleh PBB.

Dia juga mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengirim permohonan kepada Presiden Joko Widodo dan kedutaan besar yang berhubungan dengan Rusia dan Ukraina untuk menyampaikan desakan dari Partai Buruh.