Terkini.id, Jakarta - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru-baru ini mengklaim bahwa partainya menjadi partai tersukses dalam membawa para kadernya menjadi Presiden Republik Indonesia. Kader PDIP yang berhasil menjadi orang nomor satu di Indonesia ini diantaranya Presiden RI ke-1 Sukarno, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, dan Presiden ke-7 Joko Widodo.
Menurut informasi yang dilansir dari Kumparan, Sukarno menjadi presiden pertama Republik Indonesia dengan dukungan dari Partai Nasional Indonesia (PNI). PNI kemudian berganti nama menjadi PDI Perjuangan.
Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP menghimbau kader PDIP lainnya untuk berbangga dengan pencapaian itu.
Hasto pun meminta para kader untuk berperan serta terjun langsung ke masyarakat agar partai tersebut dapat kembali memenangkan kadernya pada Pilpres 2024.
"Bung Karno, Bu Mega, Pak Jokowi. Kita satu-satunya partai yang punya tiga presiden. Dengan sejarah, modal politik itu, kita akan lakukan hal yang sama [di 2024]. Tapi, kita hanya bisa lakukan kalau rakyat dukung kita. Karena itu [kita harus] turun ke bawah, termasuk TMP," ungkap Hasto dalam pelantikan DPD PDIP Taruna Merah Putih (TMP) Provinsi DKI Jakarta di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Tebet, Jumat 22 Juli 2022.
Berita tersebut mengundang warganet untuk berkomentar. Salah satunya pada postingan yang diunggah oleh Twitter @kumparan mengenai PDIP yang mengklaim jadi partai tersukses. Beragam komentar Terkini.id dapatkan dalam kolom komentar tersebut.
Akun Twitter @RullyPratama84 menuliskan bahwa PDIP mulai mengarang cerita seolah-olah paling hebat.

"PDIP ini mulai mengarang" cerita,seolah" paling hebat,saking hebatnya bisa memutuskan kemenangan pemilu di malam hari,membela kader"nya yg korupsi,ingin merubah pancasila menjadi ekasila,membuat undang" omnibuslaw,Ruukuhp,menciptakan oligarki,menciptakan buzzer demi kekuasaan," tulis akun Twitter @RullyPratama84.

Disamping itu, akun @Dyt3rut juga berkatawa bahwa Megawati bisa menjadi Presiden dikarenakan Gusdur lengser.
"Megawati juga jadi presiden karena Gusdur lengser, Soekarno jadi presiden bukan karena partai ya, karena pemilu belum ada saat itu , maaf kalau salah...ingat kata Soekarno JASMERAH," kata akun Twitter @Dyt3rut.










