Ketika Adat Menjadi Penyelamat Cinta Dalam Film A Perfect Fit

Ketika Adat Menjadi Penyelamat Cinta Dalam Film A Perfect Fit

EP
Jeri Wongiyanto
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

TERKADANG cinta terhalang oleh adat istiadat, tak sedikit cinta harus terpisah hanya karena tembok adat yang begitu tebal. Namun dalam film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu yang skenarionya ditulis Garin Nugroho, justru kekuatan adat menjadi penyelamat cinta. Bagaimana bisa?

“A Perfect Fit” adalah kisah cinta yang cukup klise namun digarap apik sebagai genre drama romantis oleh Hadrah yang membingkainya dengan banyak balutan pesan moral tentang kehidupan.

Ditambah naskah Garin Nugroho yang sengaja mengangkat adat istiadat serta budaya sebagai unsur yang kuat.

Kisahnya ringkas, ringan namun padat. Scene demi scene berpadu dengan sangat baik. Romansa Bali yang magis dan mempesona akan menyihir penonton.

Kisah berawal dari pasangan seorang blogger fashion Saski (Nadya Arina) dan anak pengusaha hotel Deni (Giordino Abraham) yang tengah merencanakan pernikahan mereka.

Suatu hari Saski tanpa sengaja bertemu dengan Hadra (Christine Hakim) yang meramal masa depannya lewat daun lontar.

Di sinilah perjalanan Saski dimulai, membawanya ke hal baru yang tak pernah dibayangkan dan disadari.

Saski bertemu kemudian dengan Rio (Refal Hady) pemilik toko sepatu.

Pertemuan ini diawali dengan kesialan yang justru membuka semua tabir yang tak disangkanya.

Di tengah persiapan pernikahan yang disesuaikan dengan adat dan kepercayaan, Saski dan Rio justru terlibat kisah cinta yang akan membawa mereka ke berbagai konflik.