Terkini.id, Jakarta - Virus Marburg merupakan salah satu virus mematikan yang satu famili dengan Virus Ebola. Dilansir dari Gavi virus ini pertama kali muncul pada tahun 1967 di Eropa, lebih tepatnya di sebuah laboratorium di Malburg dan Frankfurt di Jerman, serta di Beograd, Yugoslavia (sekarang adalah Serbia).
Mereka terinfeksi patogen yang belum pernah diketahui sebelumnya setelah habis menangani monyet yang terinfeksi yang diimpor dari Uganda. Oleh karena wabah asing ini menyebabkan munculnya penemuan Virus Malburg.
Virus yang ada pada saat itu tidak mematikan. Itu dikarenakan hanya 7 dari 32 pasien yang meninggal dunia. Tingkat fatalitas dari kasus itu sebesar 22%. Ini masih sangat kecil dibanding Virus Malburg yang terjadi lagi di Afrika dengan tingkat fatalitas sebesar 86%.
Wabah ini berlanjut ke Uganda dan Kenya, Republik Demokratik Kongo dan Angola di Afrika tengah. Selain itu, wabah juga terjadi baru-baru ini di negara-negara Afrika Barat Guinea pada tahun 2021 lalu dan Ghana pada tahun 2022. Ini membuktikkan bahwa Virus Malburg tidak terbatas hanya di Afrika Tengah saja.
Hewan kelelawar buah yang adalah reservoir alami dari virus ini mungkin saja memainkan peran yang penting dalam penyebaran virus ini. Ini dikarenakan lokasi dimana virus menyebar bertepatan dengan wilayah alami kelelawar ini.
Sampai sekarang belum ada tanda-tanda bahwa Virus Malburg sudah masuk ke Indonesia maupun di negara tetangga Indonesia. Tetapi para masyarakat dianjur untuk tetap waspada.
Virus ini menyebar lewat cairan tubuh seperti darah, urin, saliva/air liur, keringat, feses, muntahan seseorang, ASI, dan cairan semen/sperma) dari manusia baik masih hidup ataupun yang sudah meninggal yang terinfeksi oleh Virus Malburg.
Virus ini juga dapat masuk melalui kulit atau membran yang terbuka seperti mata, hidung, mulut. Virus ini juga dapat menyebar lewat alat-alat seperti pakaian, tempat tidur, jarum suntik serta alat-alat medis yang terkontaminasi dengan cairan dari seseorang yang terinfeksi oleh virus. Virus ini juga dapat menyebar lewat seks.
Gejala yang dialami oleh orang yang terjangkit adalah demam, nyeri tubuh, diare dan muntah, lesu dan terjadi pendarahan baik di hidung. Pada saat BAB maupun di alat kelamin Wanita. Jika tidak segera ditangani maka, akibatnya adalah kematian.
Dalam kasus yang parah kematian sering terjadi setelah 8-9 hari setelah timbul gejala. Biasanya didahului oleh kehilangan darah yang banyak dan juga mengalami syok.
Sampe sekarang belum ada vaksin ataupun pengobatan efektif untuk Virus Malburg ini. Tetapi pengobatan yang dilakukan kepada pasien adalah mengobati gejala yang ada.
Walaupun belum ada vaksin tetapi pada Mei 2020, Europian Medicines Agency (EMA) telah memberi otorisasi pemasaran kepada 2 jenis vaksin yaitu Zabdeno dan Mvabe untuk penyakit Virus Ebola. Kedua vaksin ini berpotensi untuk melindungi orang dari Virus Malburg ini, mengingat kedua virus berasal dari famili yang sama, tetapi efektivitasnya belum teruji secara klinis.
Oleh karena itu sebelum terinfeksi, harus ada tindakan pencegahan yang dilakukan. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah menghindari kontak fisik dengan kelelawar reservoir Virus Malburg, jika memang ingin mengunjungi maka gunakanlah masker atau penutup muka, sarung tangan dan alat pelindung lainnya agar tidak terkena kontak langsung dengan kelelawar tersebut.
Mengonsumsi daging secara matang apalagi jika terjadi wabah Virus Malburg di daerah sekitar. Menghindari kontak dari orang yang dicuragai terinfeksi baik secara fisik maupun cairan dari tubuhnya. Mencuci tangan secara rutin apalagi ketika habis mengunjungi orang sakit. Tidak berbagi cairan seperti ludah karena virus dapat menyebar lewat cairan.









