Terkini.id, Jakarta - Seorang pengemudi mobil di Pontianak, Kalimantan Barat tewas usai terkena peluru nyasar dari polisi ketika sedang berada di dalam kendaraan mobil miliknya.
Pria di Pontianak bernama Suhardi tersebut terkena peluru nyasar polisi di bagian kepalanya. Saat hendak dibawa ke rumah sakit, pengemudi mobil itu pun meninggal dunia.
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Suryanbodo Asmoro menjelaskan kronologi terjadinya insiden itu. Awalnya, kata dia, pada pukul 11.30 WIB anggota Pos Lantas bertugas di Pos Garuda.
Dua orang anggota Polisi Lalu Lintas (Polantas) berinisial FM dan T berada di pos itu setelah menjalankan tugasnya dalam mengatur lalu lintas.
Setelah menjalankan tugasnya mengatur lalin, FM kemudian membersihkan senjata api miliknya lantaran sebelumnya basah karena terkena hujan.
"Saat istirahat setelah menjalankan tugasnya mengatur lalu lintas, pelaku FM membersihkan senjata laras pendeknya karena sebelumnya basah karena air hujan," ungkap Irjen Suryanbodo seperti dilansir dari Antara lewat detikcom pada Kamis 3 November 2022.
Ketika membersihkan senjata api itu, pistol tersebut tiba-tiba meledak dan pelurunya mengenai dinding dari tripleks kemudian mantul hingga ke luar ruangan pos dan mengenai Suhardi yang ketika itu tengah berada di dalam mobil.
Usai terkena peluru di telinga bagian kepala, Suhardi pun langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, nyawa korban tak tertolong.
"Atas kejadian itu, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan dan korban Suhardi meninggal dunia di rumah sakit," kata Suryanbodo.
Atas insiden itu, Irjen Suryanbodo meminta maaf dan memastikan anggotanya yang lalai tersebut akan diproses secara pidana maupun kode etik Polri.
Selain itu, Kapolda Kalbar juga memastikan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban saat dirawat di rumah sakit hingga proses pemakaman.
"Dalam kasus ini, kami menyampaikan prihatin atas musibah yang terjadi, untuk anggota tersebut akan dilakukan proses pidana dan kode etik. Kami menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya dan akan mengurus biaya rumah sakit hingga pemakaman," ujarnya.









