Terkini.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan mendorong pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk para lansia dan kelompook rentan.
Juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi beralasan bahwa kelompok tersebut mendominasi jumlah kematian akibat corona.
Sehingga perlu dijadikan prioritas dalam pencegahan penularan virus.
“Alasannya karena risiko keparahan dan kematian yang lebih tinggi pada kelompok tersebut sebagai akibat penularan Covid-19,” ucapnya ketika jumpa pers ‘Update Perkembangan Covid-19 di Indonesia’ Selasa 8 Maret 2022.
Siti mengungkap data nasional yang dipegangnya menyatakan rasio lansia meninggal dengan covid berjumlah 3,5 kali lipat dengan yang bukan.
Biasanya kematian diperparah apabila disertai dengan penyakit pengiring seperti diabetes, darah tinggi, dan gagal ginjal.
Kemudian data lain mengungkap bahwa 70 persen dari 8.239 pasien covid-19 yang meninggal di rumah sakit yakni yang belum melakukan vaksinasi covid dosis lengkap. Data tersebut diperoleh kemenkes dalam rentan 21 Januari hingga 6 Maret 2022.
Lalu data kumulatif efek perlindungan vaksinasi dibanding yang belum divaksin, yakni dosis ketiga akan mengurangi kematian hingga sebanyak 86%. Kemudian dosis kedua mengurangi sebanyak 60%. Sedangkan satu kali vaksin hanya mengurangi sekitar 29% saja.
Dilansir dari beritasatu.com, Siti menyebut cakupan vaksinasi nasional sudah cukup tinggi per 7 Maret 2022. Dosis pertama sudah men-cover sebanyak 192 juta dosis (92,28%). Dan dosis kedua sebanyak 148 juta orang (71,29%) dari target nasional sebesar 208 juta orang.
Kemudian untuk vaksinasi booster sudah diedarkan sebanyak 12 juta dosis (6,13%).
“Angka cakupan vaksinasi 2 dosis dan booster perlu dipercepat dan didukung oleh seluruh masyarakat secara luas agar mewujudkan kekebalan kelompok segera terwujud demi menuju fase endemi,” kata Siti.










