Terkini.id, Jakarta - Sekretaris Pusat BEM Nusantara, Ridho Alamsyah kecam Partai Mahasiswa Indonesia lantaran menggunakan nama mahasiswa, bahkan dirinya menyebut partai itu merupakan partai siluman.
Pihak BEM Nusantara tidak sepakat dengan kemunculan partai tersebut dan dinilai berseberangan dengan kubunya.
Tidak hanya itu, Ridho juga menyebut partai itu sebagai partai siluman yang tak jelas asal-usulnya.
"Bagi kami ini partai siluman yang tiba-tiba muncul menggunakan nama mahasiswa, yang tidak jelas asal usulnya dan entah kapan pelaksanaan kongresnya," ujar Ridho mengemukakan pendapat.
Menurutnya, hal ini menjadi upaya pembungkaman yang sangat terstruktur terhadap suara kritis mahasiswa. Ia menegaskan, BEM Nusantara sama sekali tak terlibat dalam partai itu.
"Ini adalah upaya penggembosan serta pembungkaman yang sangat terstruktur terhadap suara kritis mahasiswa. Kami dari BEM Nusantara sama sekali tidak memiliki keterlibatan dalam partai tersebut," ungkapnya. Dikutip dari Kompas.com, pada Sabtu, 30 April 2022.
BEM Nusantara kubu Dimas disebut sangat menyesalkan dan mengecam keras munculnya partai yang telah terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) RI sejak awal 2022 itu.
Partai ini dianggap bermasalah karena dengan semena-mena menggunakan kata "mahasiswa" sebagai nama partai. Pihaknya khawatir partai ini sengaja dibentuk untuk melemahkan gerakan mahasiswa saat ini.
"Sekali lagi kami tegaskan bahwa partai tersebut sama sekali tidak merepresentasikan semua mahasiswa Indonesia yang sejatinya selalu menjadi agen of control dari setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah," pungkasnya.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, bahwasanya Partai Mahasiswa Indonesia adalah hasil dari perubahan Partai Kristen Indonesia 1945, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI tertanggal 21 Januari 2022.










