Terkini.id, Jakarta – Kaos Anies Presiden belakangan ramai diperbincangkan publik usai Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyebut bahwa kaos yang dibagikan menggunakan dana APBD dan terindikasi ada ambisi politik.
Beredarnya kabar kaos Anies Presiden menggunakan dana APBN, Relawan Anies buka suara. Salah satu relawan Anies diketahui Bernama Ronal warga tanah merah yang mengatakan bahwa kaos itu jumlahnya hanya 50 dan murni inisiatif mereka yang mendorong Anies menjadi presiden.
Respon relawan Anies yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tanah Merah (FKTMB) mengakui bahwa merekalah yang membagikan kaos tersebut dan klarifikasinya dalam bentuk video beredar luas di media sosial twitter.
“Menanggapi video viral tentang kaos Anies Capres di acara mudik bareng Pemprov DKI, kami menyatakan bahwa kaos Anies Capres kami yang membagikan jumlahnya hanya 50 dibuat oleh kami sendiri dari warga Tanah Merah”, kata Ronal dalam video klarifikasinya, dikutip dari akun Twitter @fktmb, Sabtu 30 April 2022.

Ronal mengatakan bahwa itu tidak ada kaitannya dengan Anies, sebab pembagian kaos Anies Presiden itu adalah salah satu bentuk dukungan warga Tanah Merah untuk mendorong Anies jadi Presiden tahun 2024.
“Kami melakukan tanpa berkoordinasi dengan Pak Anies maupun dengan Pemprov DKI. Murni inisiatif kami sendiri yang ingin mendorong Pak Anies menjadi presiden. Kami warga Tanah Merah sudah melihat langsung kerja nyata Pak Anies dalam membangun kampung Tanah Merah”, sambungnya.
Dia mengakui alasan pembuatan kaos itu karena menilai Anies adalah pemimpin yang tidak hanya sekedar janji, namun menepati janjinya kepada masyarakat.
“Kami suka pemimpin yang menepati janji dan Amanah seperti Pak Anies dan akan terus mendorong menjadi presiden dengan izin atau tidak kami tetap akan mengkampanyekan. Soal ini Pak Anies tidak tahu menahu ini memang pure (murni) dari kami warga Tanah Merah. Tidak pernah kami memberi tahu siapa pun dan Pak Anies pun tidak mengetahui”, ujarnya.
Sebelumnya, mencuatnya polemik kaos Anies ke publik lantaran Jubir PSI, mengatakan bahwa kaos itu menggunakan dana APBD yang jelas menyalahi wewenang.
“Apakah pak @aniesbaswedan tahu soal kaos ini? Mudik gratis ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta Sebesar Rp 13,7 Miliar, kalau digunakan untuk kepentingan pribadi bisa dikategorikan sebagai oenyalahgunaan wewenang untuk menguntungkan diri sendiri”, tulis Sigit Widodo dalam keterangan tertulisnya.

“Sekarang malah beredar video pak @aniesbaswedan membagi-bagikan kaosnya kepada para pemudik dengan menggunakan baju seragam gubernur. Itu kegiatan Pemprov @DKIJkarta yang menggunakan uang rakyat Rp 13,7 miliar dana APBD. Mungkin Pak Anies atau relawannya bisa klarifikasi?”, tulisnya lagi.










