Terkini, Makassar – Upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim terus didorong melalui Program Kampung Hijau Energi yang digagas oleh Program Humanity and Enviroment, Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla.
Dijalankan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, program ini menjadi salah satu ikhtiar berbasis komunitas dalam menjawab tantangan krisis lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program Kampung Hijau Energi mengintegrasikan pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan dalam satu siklus berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya lokal secara efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.
Kampung Hijau Energi merupakan program kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene di Sulawesi Barat serta Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan.
Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat menerapkan praktik siklus yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.
Tanaman organik yang dibudidayakan warga dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi.
Selanjutnya, limbah ternak diolah menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan energi api biru serta pupuk organik cair.
Energi biogas digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan pada kayu bakar dan LPG.
Sementara itu, pupuk organik cair dikembalikan ke lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman. Praktik ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya produksi bagi petani dan peternak.










