Terkini.id, Jakarta- Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengingatkan jika kondisi dunia saat ini mengerikan dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang melemah.
Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka acara Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPDA) tahun 2022 di Sentul, Jawa Barat pada Jumat 5 Agustus 2022.
"Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik. Ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan", ungkap Jokowi dikutip dari Liputan6.com pada 6 Agustus 2022.
Jokowi mengungkapkan jika IMF dan Bank Dunia mencatat setidaknya akan ada 66 yang ambruk ekonominya akibat dampak perang dan krisis pangan.
Dari 66 negara tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa sembilan negara secara bertahap telah berada pada kondisi perekonomian yang sulit, kemudian disusul 25 negara , serta 42 negara lainnya.
Dia juga menekankan setidaknya saat ini sekitar 320 juta penduduk di bumi yang menderita kelaparan akut diakibatkan perekonomian yang tidak hanya turun akan tetapi anjlok.
Sontak saja penyataan dari Presiden Jokowi tersebut menjadi trending di Twitter pada 6 Agustus 2022 malam. Sekitar 5407 cuitan yang menggunakan hastag beban rakyat meroket.
Akun @Mdh_Sna "Saat dilematis melanda, kamu memilihnya & Dia tidak memilihmu. Maling biasanya mencuri hartamu, perhiasan dll... Yg berbahaya itu maling politikus, karena mereka mencuri masa depanmu, kesejahteraanmu, pendidikanmu, kesehatanmu, harapanmu, yang ada #BebanRakyatMeroket".
Akun @BalvyHaddad "Kekayaan alam Indonesia (SDA) dirampok. Belum hutang yang gila2 an.. Ambyar #BebanRakyatMeroket".










