Joe Biden Perintahkan Dokumen Rahasia FBI soal 9/11 Dirilis, Ada Apa?

Joe Biden Perintahkan Dokumen Rahasia FBI soal 9/11 Dirilis, Ada Apa?

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Washington - Joe Biden perintahkan dokumen rahasia FBI soal 9/11 dirilis, ada apa? Pasca angkat kaki dari Afghanistan di pengujung Agustus 2021 lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan perilisan dokumen-dokumen rahasia terkait penyelidikan Biro Investigasi Federal (FBI) atas tragedi teror 9 September 2001 alias 9/11.

"Hari ini, saya menandatangani perintah eksekutif untuk meminta Kementerian Kehakiman dan badan terkait lainnya untuk memantau deklasifikasi dokumen terkait penyelidikan Biro Investigasi Federal atas peristiwa 11 September," ungkap Joe Biden dalam pernyataan resminya di Washington, yang dikutip AFP via CNN, Jumat 3 September 2021 kemarin.

Ia menegaskan, perilisan dokumen-dokumen rahasia ini harus rampung dalam enam bulan ke depan.

"Kita tidak boleh melupakan duka tiada akhir dari keluarga dan orang tercinta dari 2.977 orang tak bersalah yang tewas dalam serangan teroris terburuk di Amerika sepanjang sejarah kita," beber pemimpin tertinggi Negeri Paman Sam itu.

Kendati demikian, Joe Biden mengakui ada kemungkinan sejumlah materi yang masih terlalu sensitif untuk dirilis. Ia pun berpesan agar AS dapat merilis sebanyak mungkin dokumen yang dianggap aman untuk diungkap.

"Sangat penting untuk memastikan pemerintah AS memaksimalkan transparansi, kecuali jika ada alasan kuat untuk melakukan sebaliknya," ungkapnya.

Joe Biden sendiri meneken perintah itu menjelang peringatan dua dekade serangan teror yang menewaskan ribuan orang di AS pada 9 September 2001 silam.

Sejak peristiwa tersebut, keluarga korban terus menyerukan pembongkaran dokumen-dokumen hasil investigasi FBI. Namun, AS baru merilis sebagian sementara yang lainnya masih dirahasiakan hingga kini.

Tidak lama setelah peristiwa tersebut, AS melancarkan operasi penyerbuan terhadap Taliban di Afghanistan yang dianggap melindungi dalang di balik peristiwa 9/11, yaitu Osama bin Laden, pemimpin jaringan Al-Qaeda.

AS baru resmi menghentikan invasi tersebut pada awal pekan ini. Invasi AS di Afghanistan itu pun menjadi perang terlama Amerika Serikat di negeri orang.