Terkini.id, Jakarta - Juru Bicara Partai Demokrat kubu Moeldoko, Muhammad Rahmad mengatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan pemerintah menolak hasil KLB Deli Serdang.
Menurutnya, keputusan itu adakah bukti bahwa pemerintah tidak ikut campur dalam kisruh Demokrat selama ini.
"Ini membuktikan bahwa tidak ada sama sekali intervensi pemerintah dalam persoalan internal Partai Demokrat," kata Rahmad.
Maka, ia pun meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memohon maaf kepada Presiden Joko Widodo dan Moedoko.
Menurutnya, SBY dan AHY selama ini telah melontarkan tuduhan yang macam-macam.
"Marilah kita menggunakan cara politik yang cerdas, bersih dan santun, bukan cara cara liar dan menebar kebohongan dan fitnah kepada masyarakat," kata rahmad.
"Sebagai hamba yang beriman, dan menjelang puasa Ramadhan, mudah-mudahan SBY dan AHY menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi, pemerintah dan Pak Moeldoko, karena telah menuduh macam-macam," lanjutnya.
Terkait keputusan Menkumham Yasonna Laoly yang menolak hasil KLB, Rahmad mengatakan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum ke pengadilan.
"Mekanisme hukum akan kami tempuh untuk mendapatkan keadilan sekaligus mengembalikan marwah Partai Demokrat sebagai partai modern, terbuka dan demokratis, menjadi rumah besar bagi seluruh rakyat Indonesia. Mari supremasi hukum kita junjung tinggi bersama sama," tuturnya.
Rahmad megklaim bahwa langkah yang mereka ambil sekaligus membuktikan bahwa Moeldoko adalah orang yang taat hukum.
"Ini juga membuktikan kepada semua pihak bahwa Bapak Moeldoko taat hukum, tidak pernah menyalah gunakan jabatan sebagaimana yang dituduhkan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Rahmad lalu mewakili kubu Moeldoko mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk tetap tenang, solid, bersatu dan menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Ia mengajak para kader untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka bersungguh-sungguh dalam mengembalikan marwah Partai Demokrat.
"Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita bersungguh-sungguh dengan ikhlas mengembalikan Partai Demokrat kepada khittoh-nya, yakni partai terbuka, demokratis, bersih, cerdas, dan santun," tuturnya.










