Terkini.id, Makassar - Ketua TP PKK Kota Makassar, Indira Jusuf Ismail yakin jajaran Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang dinahkodai Tenri A Palallo mampu meraih predikat tertinggi atau KLA pada ajang penghargaan Kota Layak Anak.
Berdasarkan hierarki penghargaan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang setiap tahun ada beberapa jenis penghargaan.
Hierarki penghargaan tersebut, dari rendah ke tinggi, dimulai dari Pratama, Madya, Nindya, Utama, dan KLA.
Tahun lalu, dari seluruh kota di Indonesia hanya 23 Kota yang berhasil mendapat predikat Nindya, salah satunya Makassar.
Indira memberikan semangat agar DP3A mampu meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) untuk tahun 2021.
Peran keluarga, kata dia, menjadi hal terpenting agar Kota Makassar terbebas dari kekerasan anak.
Menurutnya, DP3A harus mampu mengedukasi sehingga anak di Makassar menjadi generasi emas di masa yang akan datang.
"Kekerasan tidak terjadi begitu saja, tentu ada latar belakangnya. Dengan memberikan pendidikan yang baik bagi tumbuh kembang anak, tentu akan melahirkan anak yang soleh soleha, dan pendidikan pertama mereka adalah keluarga," kata Indira, Jumat, 2 April 2021.
Sementara itu, Kepala DPPPA Kota Makassar, Tenri A Palallo mengatakan pihaknya terus bersemangat demi meraih predikat KLA. Sejumlah upaya pun telah dilakukan.
"Semakin semangat, dua tahun menjaga semangat untuk anak dan perempuan,” kata Tenri.
Salah satunya ialah dengan menghadirkan UPT PPA. Ia menjelaskan bahwa unit ini merupakan pusat layanan terpadu perlindungan perempuan dan anak. Bahkan, sosialisasi UPT telah digelar di Hotel Claro.
"Melibatkan DWP Makassar, untuk memajukan perempuan dan menjauhkan dari kekerasan, yang dibagi kedalam 4 angkatan," ujar Tenri.
Sejauh ini, DP3A berupaya mengisi indikator KLA. Angka tertinggi ada pada perlindungan khusus anak dengan nilai maksimal 215, Makassar merebut nilai 206.
Sedang hak sipil dan kebebasan terpenuhi 120 poin dari nilai maksimal 125. Indikator kesehatan dan kesejahteraan terpenuhi 140 dari nilai maksimal 150.
Saat ini tim KLA masih berjibaku agar meriah predikat itu. Tenri mengatakan terus berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas KLA, Andi Khadijah Iriani yang juga merupakan Kepala Bappeda Makassar.










