Terkini.id,Makassar – Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Mas Guntur Laupe bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat asal Provinsi Papua maupun dari Provinsi Maluku. Pertemuan ini diawali dengan makan siang bersama di salah satu rumah makan di Makassar, Selasa 1 Oktobober 2019 siang.
Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Mas Guntur Laupe dalam penjelasannya menyampaikan bahwa pertemuan yang diawali makan siang ini merupaoakn bagian dari silaturahmi antara Polda Sulawesi Selatan dengan para tokoh masyatakat Papua dan Maluku yang berdomisili di kota Makassar, Sulawesi Selatan.
“Silaturahmi ini terkait pembahasan dua propinsi yang sedang hangat yaitu Ambon Maluku dan kerusuhan Wamena, Propinsi Papua,” tuturnya.
[caption id="attachment_175734" align="alignnone" width="1019"] Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Mas Guntur Laupe bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat asal Provinsi Papua maupun dari Provinsi Maluku.[/caption]
Menurut Kapolda Polda Sulawesi Selatan, persoalan kerusuhan di Papua harus ditanggapi secara bijak dan tidak emosional agar dapat menangkal dampak yang bisa menimbulkan masalah. Terutama dalam hal mengantisipasi penyebaran berita hoaks atau berita bohong.
“Jangan mudah percaya dengan informasi yang tidak benar. Momen seperti ini banyak dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab. Isu soal SARA di Papua itu tidak benar. Mari bersama-sama menjaga keutuhan dan persaudaraan,” pungkasnya.
Orang nomor satu di Polda Sulsel ini menegaskan, pertemuan yang dilakukan ini bukan hanya sampai di situ saja melainkan akan terus melakukan koordinasi dengan masyarakat Papua maupun Maluku yang ada di Sulawesi Selatan.
“Kedepan kita akan terus berkoordinasi. Masih ada banyak hal yang bisa kita kerjasamakan,” ucapnya.
[caption id="attachment_175735" align="alignnone" width="1280"] Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Mas Guntur Laupe bertemu dengan sejumlah tokoh masyarakat asal Provinsi Papua maupun dari Provinsi Maluku.[/caption]
Salah satu warga asal Ambon yang kini berdomisili di Makassar, Daniel Sopamena menyampaikan selama ini pihaknya terus berkoordinasi dengan tokoh masyarakat asal Papua yang berdomisili di kota Makassar. menurutnya, mereka membantah adanya isu SARA terkait konflik yang terjadi di Propinsi Papua.
“Saya mendapat informasi jika pengusiran warga muslim dari Wamena. Yang diusir di Wamena adalah pendatang, baik dari Bugis Makassar maupun Padang. Jadi itu tidak benar dan itu bohong. Itu sengaja disebar orang tidak bertanggungjawab agar berdampak menjadi ketakutan bagi warga di Wamena,” terangnya.