Jadi Solusi Bisnis, Ini Keuntungan Hybrid Marketing di Era Digital

Jadi Solusi Bisnis, Ini Keuntungan Hybrid Marketing di Era Digital

M Noer Suhasbi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pandemi covid-19 yang menghamtan industri ritel di Indonesia menjadi masalah yang serius, pembatasan aktivitas dan masa PPKM menjadi hal darurat bagi sebagian orang.

Sebagian masyarakat mengungkapkan kebiasaan hangout di kafe atau kedai kopi menjadi rutinitas sehari-hari yang tidak bisa dipisahkan, namun saat ini kedai kopi menjadi sepi karena pandemi yang membuat setiap industri kehilangan pemasukan.

Di sisi lain hal ini menjadi peluang yang muncul untuk berbisnis di era digital, menurut riset inventure dan Avara yang dikutip dari Katadata konsumsi kopi sachet menempati angka tertinggi dalam konsumsi pandemi sebesar 48,4 persen disusul kopi kemasan 36,3 persen dan paket manual brew 16,7 persen.

Banyak juga perusahaan kopi yang memproduksi kemasan literan agar mudah dikonsumsi saat ini, bisnis kopi banyak melakukan strategi penjualan seperti Kopitagram, Starbucks, Maxx Coffe dan Roempi Coffe.

Dilansi dari Kompasiana, konsumsi kopi sepanjang 2016 - 2021 di tanah air tumbuh sekitar 8,22 persen per tahun. Pada 2021 ini pasokan kopi diprediksi mencapai 795 ribu tok atau terjadi surplus sebesar 425 ribu ton.

Seperti kopi kenangan saat ini yang telah menggunakan strategi pelayanan kedai atau offline dan menjual pengiriman online terbukti cukup efektif dalam penjualannya, Oktober 2018 terbukti 200 ribu cup atau sekitar Rp 4 milliar dari 16 gerai telah dibuka.

Saat ini kopi kenangan telah memiliki 400 gerai, 2020 lalu kopi kenangan juga mendapat pendanaan sebesar Rp 280 milliar dari Sequoia India, artis Shawn Corey Carter atau Jay-Z dari AS dan petenis Afro-Amerika Serena Wiliams.

Direncanakan tahun depan kopi kenangan melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia, pertumbuhan bisnis kopi kenangan juga signifikan dan dipengaruhi oleh keberhasilan manajemen membaca peluang bisnis kopi tidak secara tradisional namun juga memanfaatkan saluran pengiriman melalui transaksi digital.

Penerapan model hybrid marketing memiliki beberapa cara yang ampuh untuk mendapat keuntungan yang lebih besar di era digital, salah satunya ialah analisis pasar dimana strategi manajemen yang cerdas dapat membuat perkembangan bisnis yang dijalankan menjadi seimbang dan meraup keuntugan lebih banyak.

Pemasaran digital juga penting untuk dikembangkan, mengingat banyaknya pesaing di segala sisi membuat peluang strategi pemasaran terbuka lebar.

Mengembangkan produk baru yang unik dan menarik juga menjadi pilihan saat ini, karena banyak anak muda yang suka variasi rasa yang berbeda meskipun budget yang didapat lebih tinggi.

Mengutip dari Kompasiana, perilaku new normal yang mengubah masyarakat untuk beraktivitas dalam rumah membuat perusahaan perlu menangkap peluang untuk mengantarkan produk dengan cara delivery.

Untuk itu hybrid marketing menjadi solusi bagi para pebisnis di era digital, tak hanya melayani secara offline namun juga memasarkan produk secara online melalui platform digital.

Referensi :

https://www.kompasiana.com/krisbanarto5251/614de99d010190612e2cfaa2/hybrid-marketing-menjadi-solusi-bisnis-di-era-digital?page=3&page_images=1