Iran Dirundung Krisis Terburuk, Demonstran Memaki: Matilah Khamenei!

Iran Dirundung Krisis Terburuk, Demonstran Memaki: Matilah Khamenei!

Effendy Wongso

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Teheran - Iran dirundung krisis terburuk, demonstran memaki: matilah Khamenei! Kondisi perekonomian yang memburuk lantaran imbas pandemi Covid-19 hampir melanda semua negara dunia, juga merundung Iran. Seperti dilaporkan, saat ini Iran masuk dalam krisis ekonomi dan kekeringan terburuk dengan infrastruktur yang mandek.

Buntutnya, aksi protes di jalanan yang dilakukan masyarakat lantas menjadi demonstrasi. Hal itu terjadi pada Kamis 15 Juli 2021 malam di Iran akibat kekurangan air yang parah di daerah barat daya negara itu. Aksi-aksi protes itu terjadi saat Iran telah menghadapi kekeringan terburuk dalam 50 tahun terakhir.

Sejumlah video yang diunggah di media sosial menampilkan para demonstran sedang membakar ban untuk memblokir jalan dan pasukan keamanan terlihat berusaha membubarkan kerumunan saat beberapa tembakan terdengar.

Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi keaslian video-video tersebut secara independen.

"Televisi negara harus melaporkan apa yang kami katakan dan menunjukkan gambar kerbau yang mati karena kekurangan air,” terang seorang lansia pengunjuk rasa dalam sebuah video yang disiarkan situs berita regional Asrejonoob.

Seperti dilansir dari JPNN, Jumat 16 Juni 2021, pada Mei 2021 lalu, Menteri Energi Iran Reza Ardakanian memperingatkan tentang krisis air di musim panas, dengan mengatakan tahun ini adalah ‘salah satu musim yang paling kering dalam 50 tahun’.

Krisis air di Iran telah menyebabkan pemadaman listrik dan pawai protes di beberapa kota pekan lalu.

Selama berlangsungnya beberapa aksi protes, orang-orang melampiaskan kemarahan mereka kepada Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan meneriakkan kata-kata: "Matilah diktator" dan "Matilah Khamenei".

Dalam beberapa pekan terakhir, ribuan pekerja di sektor energi utama Iran telah mengadakan protes, meminta upah dan kondisi kerja yang lebih baik di ladang gas di daerah selatan dan beberapa kilang di kota-kota besar.

Ekonomi Iran merosot karena dampak sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan pandemi Covid-19. Selain itu, Iran merupakan negara di Timur Tengah yang paling parah terkena dampak pandemi Covid-19.

Aksi protes yang dilakukan para pekerja dan pensiunan hampir tidak henti-hentinya selama berbulan-bulan.

Hal itu disebabkan ketidakpuasan masyarakat yang terus tumbuh karena ekonomi yang menderita inflasi lebih dari 50 persen, serta angka pengangguran yang tinggi dengan beberapa pekerja mengeluh upah mereka tidak dibayar.