Innalilahi, Mantan Dirut RS Wahidin Makassar Berpulang ke Rahmatullah

Innalilahi, Mantan Dirut RS Wahidin Makassar Berpulang ke Rahmatullah

TN
Thamrin Nawawi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar - Innalillahi Wainnailaihi Rojiun, kabar duka datang dari segenap staf dan pegawai Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar dimana mantan Direktur Utama Dr dr Nurdin Perdana, SKM berpulang ke Rahmatullah.

Setelah mendapat perawatan di Pusat Jantung Terpadu (PJT) RS Wahidin Makassar, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya pada hari Sabtu, 26 Agustus 2023.

Seperti diketahui Almarhum Dr dr Nurdin Perdana, SKM pernah menjabat sebagai Direktur Utama RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar pada periode tahun 2001 hingga tahun 2005.

Segenap Dewan Pengawas, Direksi dan Civitas Hospitalia RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar mengucapkan Turut berduka cita, semoga almarhum husnul khotimah serta keluarga yang ditinggalkan diberi keikhlasan dan ketabahan.

Salah satu kerabat Almarhum menuturkan, dr Nurdin Perdana meninggal di usia 78 tahun dan rencana dikebumikan di perkuburan pabbangiang Kabupaten Gowa.

Salah satu pegawai mengenang saat Almarhum Dr dr Nurdin Perdana menjabat Dirut RS Wahidin Sudirohusodo Makassar menuturkan bahwa setiap berpapasan beliau selalu tersenyum yang menandakan beliau sangat ramah ke bawahannya.

"Selama beliau menjabat Dirut, setiap saya berpapasan pasti selalu tersenyum ramah dan terkadang menyapa bawahannya, itu yang selalu saya ingat dari almarhum," kenang pegawai tersebut.

Menurut Kepala Instalasi Verifikasi dan Penjaminan Pasien (IVPP) RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar, dr Ulfa Mutmainna, sosok almarhum yang dia kenal adalah sosok yang sangat baik, humble, energik, sangat bertanggung jawab, tidak pernah kenal waktu walaupun umurnya sudah tidak muda lagi sewaktu aktif di program EMAS.

"Saya dulu pernah sama beliau di Program EMAS. Selalu sama ke daerah-daerah yang ada di Sulsel, dimana tujuan program ini adalah menghasilkan perbaikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir," kenang dr Ulfa Mutmainna.