Terkini.id, Makassar – Seperti yang kita ketahui bahwa, MotoGP adalah ajang balap motor bergensi yang diikuti oleh beberapa tim balap.
Dikatakan bergensi karena, salah satu alasannya ialah motor yang dipakai dalam ajang ini mengggunakan teknologi yang langka, bahkan semua sensor yang ada pada motor MotoGP tidak dipakai di motor pada umumnya.
Namun, ada fenomena aneh dalam ajang balapan MotoGP, seperti yang sering kita lihat banyak sekali tim balap, baik dari Honda, Yamaha, Suzuki, yang ikut dalam ajang ini.
Tapi sebagai seorang penikmat MotoGP, kebanyakan kita tidak tau mengenai MotoGP, baik dari tim-tim yang ikut berlaga dalam balapan MotoGP tersebut.
Namun, tahukah anda mengenai fenomena aneh dalam MotoGP?
Fenomena aneh tersebut mengenai tim balap di MotoGP yang ternyata terbagi, yaitu tim pabrikan dan tim satelit.
Nah, berbicara mengenai keduanya pastilah ada yang membedakan antara tim pabrikan dan tim satelit itu sendiri.
Tim pabrikan sesuai dengan namanya, adalah tim utama dalam MotoGP, yang diberikan dukungan langsung dari pabrikan.
Dan kadang tim pabrikan memiliki sponsor utama dan menjadi identitas suatu tim.
Tim pabrikan, disebut juga Tim A, Tim Induk, atau Tim Pabrik. Secara teknis tim pabrikan memiliki sumber daya yang lebih besar, baik dari teknologi motor, bahkan dari segi dana yang dikeluarkan tim.
Sebaliknya, tim satelit adalah tim yang terkait dengan tim utama.
Dari segi motor tim satelit sendiri beragam, ada yang speknya sama dengan motor tim pabrikan, ada juga yang speknya lebih tua.
Dalam hal memilih rider, tim satelit disesuaikan dengan kemampuannya, bahkan kadang rider yang dipakai tim satelit adalah titipan dari tim pabrikan atau tim sponsor.
Sehingga kerja keras kru dalam tim satelit harus betul-betul bagus, agar bisa mengembangkan timnya dan mampu bersaing dengan tim lain terutama tim pabrikan.
Ada bebrapa tim pabrikan dan tim satelit di MotoGP, diantaranya tim pabrikan Yamaha, dan tim satelit Petronas Yamaha SRT.
Pimpinan Monster Yamaha Tech 3, Herve Poncharal menyatakan, bahwa keberadaan tim satelit tidak kalah penting dengan tim pabrikan di MotoGP.
Menurutnya tim satelit harus lebih diapresiasi dan didukung oleh tiap konstruktor demi membantu sektor-sektor tertentu, termasuk sektor pemasaran. Dilansir dari Otosia.com
Namun, kadang banyak GP mania yang bertanya-tanya, kenapa motor dari tim satelit Yamaha kadang lebih cepat dari tim pabrikan.
Misalnya saja, Fabio Quartararo dari tim satelit, yang tergolong pembalap muda namun, terkadang lebih unggul dari pembalap yang lebih berpengalaman dan pembalap dari tim pabrikan.
Dilansir dari ruanganSport.com, Diego Gubellini selaku kepala kru untuk Quartararo di Petronas Yamaha SRT, memberikan pendapatnya bahwa, “Quartararo punya gaya balap yang sangat sesuai dengan Yamaha dan tentunya merupakan pembalap yang berbakat”.










