Hoaks, Pesan Berantai Cara Cegah Pencurian Pin ATM dengan Tekan Cancel Dua Kali

Hoaks, Pesan Berantai Cara Cegah Pencurian Pin ATM dengan Tekan Cancel Dua Kali

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Sebuah pesan berantai yang menyebutkan cara pencegahan pencurian Pin ATM dengan tekan tombol cancel 2 kali di mesin ATM beredar di grup-grup aplikasi perpesanan WhatsApp, Senin, 20 Juli 2020.

Isi pesan tersebut bertuliskan, agar nasabah terhindar dari pencurian pin ATM maka disarankan untuk menekan tombol cancel di mesin ATM sebanyak dua kali sebelum memasukkan kartu ATM.

Berikut isi pesan berantai tersebut:

"PESAN DARI STAF PERBANKAN:

Sebuah nasehat yang sangat berguna, ketika kita menarik uang dari ATM. Tekan cancel dua kali sebelum masukkan kartu ATM.

Jika ada orang telah memasang sesuatu di tombol untuk mencuri kode ATM-mu, hal ini akan membatalkan apa yang telah dipasang oleh pencuri. Jadikan hal ini suatu kebiasaan dalam setiap transaksi yang kamu lakukan.

Namun, berdasarkan penelusuran fakta seperti dilansir dari Cek Fakta liputan6com, Senin, 20 Juli 2020, kabar tersebut ditelusuri lewat mesin pencarian Google dengan menuliskan "pencet cancel dua kali aman pencurian kartu ATM".

Hasilnya, terdapat artikel pemberitaan Antara "Cek Fakta: Cegah pencurian PIN ATM, tekan tombol "cancel" dua kali".

Dalam artikel tersebut ditegaskan bahwa informasi terkait hal itu adalah tidak benar alias Hoaks.

Selain artikel Antara, juga didapatkan artikel dari laman merdekacom berjudul "CEK FAKTA: Hoaks Informasi Cara Transaksi Aman di Mesin ATM, Tekan Cancel Dua Kali".

Artikel itu juga menegaskan hal serupa bahwa informasi tersebut adalah tidak benar adanya.

Artikel dua laman pemberitaan di atas juga menyebutkan situs pemeriksa fakta di Amerika Serikat (AS), Snopes, yang menegaskan bahwa kabar terkait pencegahan pencurian Pin ATM dengan tekan tombol cancel dua kali merupakan informasi hoaks dan menyesatkan.

Menurut Snopes, rekomendasi itu sulit diyakini karena tidak memuat sumber yang jelas dan resmi, sebagaimana imbauan dari penegak hukum, lembaga keuangan, firma keamanan siber maupun otoritas terpercaya lainnya di AS.

Selain itu, kata Snopes, tidak ada pula keterangan terkait jenis sindikat pencurian Pin ATM yang mungkin akan digagalkan, jika pengguna ATM menerapkan rekomendasi penekanan tombol "cancel" tersebut.

Snopes berdasarkan laporannya mencatat ada beberapa modus pencurian ATM yang sering ditemukan, yakni pengelabuan dengan memasang tampilan palsu di mesin ATM, penyalinan data melalui perangkat yang terpasang pada slot pembaca kartu, serta mendeteksi Pin ATM melalui kamera tersembunyi.

Kejahatan-kejahatan tersebut, kata pihak Snopes, tidak akan digagalkan dengan hanya menekan tombol "cancel" sebanyak dua kali.

Hal senada juga pernah disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam laporannya pada 23 Maret 2019.

Kominfo juga menegaskan bahwa narasi yang tertulis di pesan berantai tersebut merupakan hoaks.

"Faktanya, berita tersebut merupakan berita hoaks yang sudah beredar di luar negeri lebih dulu. Kemudian, pesan itu diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia," demikian keterangan Kominfo.

Berdasarkan penelusuran fakta tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pesan berantai yang menyebutkan cara pencegahan pencurian Pin ATM dengan menekan dua kali tombol cancel, merupakan informasi tidak benar alias hoaks.