Terkini.id, Palu - Di saat terdesak, orang pasti akan lebih memilih memanggil ambulans untuk mengantarkannya ke rumah sakit daripada menggunakan kendaraan pribadi.
Namun, apa jadinya jika fasilitas yang dianggap sangat membantu ini malah menyusahkan orang yang menggunakannya?
Kejadian ini terjadi di Lokodidi, Gadung, Buol, Palu, Sulawesi Tengah. Kisah yang dibagikan oleh akun Facebook Indriati Ahmad menceritakan bahwa dirinya tiba-tiba diturunkan di tengah jalan oleh ambulans saat menuju Rumah Sakit Buol.
Menurut penjelasannya, sopir ambulans diminta kembali karena saat pergi mengantar dirinya yang sakit tidak pamit kepada kepala desa. Alhasil dengan sangat terpaksa, ia harus menunggu taksi yang lewat di tempat ia diturunkan, Gunung Inalatan.
Menurut informasi yang beredar, sopir ambulans tersebut disemprot oleh pak kades, karena pergi tanpa izin. Sopir pun disuruh bawa ambulans kembali.
[caption id="attachment_137408" align="alignnone" width="300"] Screen shoot unggahan Facebok Indriati Ahmad[/caption]
"Turun di tengah jalan dengan ambulance dalam keadaan sakit menuju rumah sakit buol alasanya sopir ambulace lokodidi disuruh kembali tanpa pamit sama kepala desa bagaimanalah manejemen kepala desa kalau yang sakit dalam keadaan sakit apalagi seorang pejabat yang tinggal satu satu bernapas itulahlah gunanya ambulace yang bisa menolong terpaksa menunggu taxi yang lewat di gunung inalatan," tulisnya akun Indriati Ahmad dalam postingannya.
Tampak di foto unggahan Indriati, ibu-ibu yang sedang sakit itu ditemani seorang pria, dan seorang anak kecil.
Sang ibu telah tiba di Rumah Sakit Buol
Menurut informasi terkini yang diunggah oleh akun Facebook Andre Noval, ibu itu sudah sampai di rumah sakit Buol, setelah dijemput oleh anak dan menantunya di Bunobogu.
Kejadian ini membuat netizen geram dan marah. Kebanyakan dari mereka mengumpat si kepala desa yang dituding sewenang-wenang, dan mendewa-dewakan jabatannya.
“Ya allah,memang benar terkadang kekuasaan dan jabatan membuat manusia tidak punya hati,kasihan !!!” tulis akun @Syahruni Syam.
“Nanti ditegur oleh Allah baru sadar kalau dia bukan siapa-siapa,” komentar @Wahidah Idris.
“Skm Perlu disoroti kades.. Kalau perlu cabut jabatannya kades tak bertanggung jawab dengan masyarakatnya,” kata @Zhalma Syam.
“Mungkin pak desanya mati mendadak sehingga keburu diantar jenasahnya," ujar akun @Hasny Amanda.