Terkini.id, Jakarta - Insiden anggota polisi yang diseruduk hingga membuatnya menempel di kap mobil akhirnya bisa diselesaikan dengan damai.
Anggota polisi tersebut, yakni Bripka Eka Setiawan sebelumnya viral dan terekam kamera menempel di kap mobil pelanggar lalu lintas di Pasar Minggu, Jaksel, yang melaju.
Anggota Satlantas Wilayah Jakarta Selatan tersebut akhirnya mencabut laporan terhadap Tavipuddin, pengemudi mobil Honda Mobilio.
Eka memutuskan untuk tidak memperpanjang kasus tersebut ke ranah hukum dengan alasan kemanusiaan.
Eka juga sudah memaafkan Tavipuddin.
"Saya atas nama pribadi saya akan cabut laporan saya dan saya akan selesaikan dengan cara kekeluargaan," kata Bripka Eka kepada seperti dilansir dari detikcom, Selasa 17 September 2019.
Sebelumnya, Eka melaporkan Tavipuddin ke Polsek Pasar Minggu karena melawan petugas saat hendak ditilang. Namun Eka kemudian memutuskan mencabut laporan setelah mengetahui kondisi kesehatan Tavipuddin.
"Awalnya kita nggak tahu (Tavipuddin sedang sakit). Setelah pas sudah di Polsek, saya komunikasi dengan ibu (istri Tavipuddin), ibu itu baik. Karena memang istri dia itu menyampaikan kondisi bapak seperti itu habis dikemo sebanyak 6 kali, kalau nggak salah, jadi kita maafkan aja, kita maafkan semua," ungkap Eka.
https://www.youtube.com/watch?v=0N5WUhoSCM4
Eka kemudian menceritakan peristiwa pada Senin 16 September di Jalan Raya Pasar Minggu, Jaksel itu. Awalnya, dia bersama anggota Dishub Jaksel sedang melakukan razia kendaraan yang parkir sembarangan.
Pada saat itu petugas hendak menderek mobil Tavipuddin karena parkir di trotoar. Namun Tavipuddin melawan dan hendak melarikan diri.
Mengetahui hal itu, Eka menghalangi mobil Tavipuddin. Namun tidak disangka hal itu tidak membuat Tavipuddin berhenti. Dia justru menyeruduk Eka hingga Eka nemplok ke kap mesin mobil.
Eka terseret sejauh 200 meter. Tavipuddin baru berhenti setelah mobilnya menabrak mobil Daihatsu Ayla. Eka menyadari tindakannya itu membahayakan keselamatannya.
"Saya tahu ini sangat membahayakan untuk diri saya, untuk anak dan istri saya, tapi ini tugas kami," lanjut Eka sambil menangis.
Eka mengaku deg-degan ketika itu. Namun dia hanya berdoa agar selamat.
"Perasaan saya selama kejadian itu, saat di atas kap saya hanya berserah diri kepada Allah SWT," kata Eka.