Haji itu Miniatur Kehidupan Manusia

Haji itu Miniatur Kehidupan Manusia

EP
Shamsi Ali
Echa Panrita Lopi

Tim Redaksi

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Tapi satu hal yang harus diingat di saat melakukan usaha. Berusaha tidak berarti menentukan hasil.

Apapun dan sehebat apapun usaha kita, yang menentukan hasil akhirnya adalah Dia yang mengatur (al-Mudabbir) langit dan bumi.

Itulah yang terjadi dalam sejarah Ibu Ismail, Hajar AS. Beliau berlari mencari air, bahkan dari bukit ke bukit lainnya.

Usahanya berhasil. Karena upaya positif pasti hasilnya positif pula. Tapi hasil hasil itu Allah yang menenukannya.

Wukuf (berhenti sejenak) adalah bentuk refocusing dan rediscovering diri kita sebagai manusia.

Dalam proses menemukan diri itu kita akan menemukan kembali Allah, memahami kembali makna tauhid dalam hidup.

Demikian seterusnya, mabit di Muzdalifah dan Mina merepresentasi pertarungan abadi antara manusia dan musuhnya (Iblis).

Muzdalifah mengajarkan bahwa pertarungan ini memerlukan persiapan lahir batin. Dilanjutkan dengan pertarungan itu, yang dimulai dengan memerangi musuh terbesar (Jumrah aqabah).

Semua amalan ritual haji itu yang berakhir dengan tawaf wada’ sebagai simbolisasi komitmen untuk mengakhiri hidup dunia ini dengan “husnul khatimah”.

Meninggalkan kehidupan duniawi ini dengan komitmen ubudiyah di atas “laa ilaaha illallah”.