Terkini.id, Jakarta – Belakangan ini, Partai Demokrat diterpa beberapa isu, mulai dari kader diduga menerima suap hingga dugaan pelecehan seksual.
Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli pun melontarkan sindiran kepada partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyo (AHY) ini.
Ia menyinggung soal buzzer-buzzer Partai Demokrat yang berlagak paling suci di media sosial (medsos).
“Ampun deh nih partai, dari kasus korupsi, terima suap kini pelecehan seksual, buzzer-buzzernya di medsos berlagak paling suci,” kata Guntur Romli melalui akun Twitter @GunRomli, seperti dikutip pada Senin, 25 Juli 2022.
Sebelumnya, Partai Demokrat disoroti usai salah satu kadernya Abdul Gafur ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam OTT (Operasi Tangkap Tangan) pada Januari lalu.
Diketahui, Abdul Gafur merupakan Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan dan Bupati Penajam Paser Utara (kini nonaktif).
Kasus ini semakin menarik perhatian usai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu), Andi Arief mengaku pernah menerima uang sebesar Rp50 juta dari Abdul Gafur.
Di sela kasus suap yang belum selesai ini, muncul tuduhan bahwa salah satu kader Demokrat bernisial DK melakukan pelecehan seksual.
Dilansir dari Kabar24 Bisnis, LBH APIK telah melaporkan DK ke Bareskrim Polri. Laporan ini teregistrasi dengan nomor: LI/35/VI/2022/Subdit V, 15 Juni 2022.
Kasus tersebut saat ini telah resmi ditangani dalam proses penyelidikan berdasarkan surat perintah penyelidikan nomor: Sp.Lidik/793/VI/2022, Dittipidum pada 24 Juni 2022.
Adapun kuasa hukum DK, Soleh menyangkal klienya telah melakukan pelecehan seksual seperti dituduhkan dan dilaporkan ke Mabes Polri.
Ia juga mengklaim Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah mengklarifikasi peristiwa yang disebut terjadi pada 2018 lalu saat DK masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).
Adapun pada Kamis, 14 Juli 2022 lalu, pihak Partai Demokrat mengaku masih menunggu keterangan resmi dari Polri menyoal dugaan DK melakukan pelecehan seksual.
Namun, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut akan mengambil langkah tegas jika yang bersangkutan memang melakukan pelecehan.
“Tentu kalau yang bersangkutan memang benar melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan, sikap kami sangat jelas,” katanya, dilansir dari Media Indonesia.










