Gilang, Predator Fetish Kain Jarik Resmi Dipecat dari Kampus Unair

Gilang, Predator Fetish Kain Jarik Resmi Dipecat dari Kampus Unair

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Surabaya - Predator fetish kain jarik, Gilang, resmi dipecat dari kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Ia dianggap telah melanggar kode etik kemahasiswaan.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya tersebut didrop out (DO) saat sudah semester 10 di FIB Unair.

Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair, Suko Widodo mengatakan, kebijakan pemecatan Gilang tersebut merupakan keputusan langsung Rektor Unair, Mohammad Nasih.

"Pak Rektor (Nasih) memutuskan yang bersangkutan dikeluarkan atau di DO sejak hari ini," kata Suko kepada awak media, Rabu, 5 Agustus 2020.

"Dekanat dan masukan dari tim help center dipertimbangkan komisi etik agar dilakukan pemecatan dan rektor menyetujui pemecatan itu. Sudah ditandatangani Pak Rektor," sambungnya.

Keputusan pemecatan tersebut, kata Suko, juga berdasarkan pertimbangan rektor setelah mendengar klarifikasi dari keluarga yang bersangkutan.

Dalam rapat klarifikasi tersebut, Suko mengungkapkan bahwa pihak keluarga Gilang telah meminta maaf atas apa yang telah dilakukan anaknya tersebut.

Keluarga Gilang, kata Suko, juga mengaku menyesali perbuatan putranya itu.

"Pertemuan dari dekanat FIB dengan keluarga yang bersangkutan melalui daring karena keluarganya berada di Banjarmasin," terangnya.

Menurutnya, perilaku mahasiswa angkatan 2015 tersebut tidak lagi mencerminkan etika seorang mahasiswa.

"Perilaku yang bersangkutan tidak mencerminkan sebagaimana mestinya mahasiswa," ujar Suko.

Maka dari itu, pihak Rektorat Unair mengambil tindakan tegas dengan memberikan sanksi pemecatan terhadap Gilang.

"Unair mengambil sanksi itu dan selanjutnya yang bersangkutan tentu saja tidak punya sangkut paut dengan Unair," ungkap Suko.

Diketahui, saat ini sudah ada 15 laporan dari korban Gilang yang masuk ke help center. Beberapa diantaranya telah didampingi pihak Unair terkait trauma psikis.