Terkini.id, Jakarta – Komisaris Ancol, Geisz Chalifah menanggapi Guru Besar Universitas Airlangga, Profesor Henri Subiakto yang menyebut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjadi simbol perjuangan politik agama.
Melalui akun Twitter pribadinya, Geisz Chalifah bereaksi keras dan menyebut Henri Subiato sebagai “Profesor Tolol”.
“Profesor Tolol,” kata Geisz Chalifah pada Rabu, 27 April 2022.
Geisz Chalifah menyinggung bahwa pihak yang memulai politik identitas adalah pihak Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, saingan Anies Baswedan di Pilkada DKI Jakarta.
“Siapa yang memulai Politik Identitas? Tahun 2015 akhir dan di 2016 awal mereka Teman Ahok mengatakan: LEBIH BAIK KAFIR TAPI TIDAK KORUPTOR DARI PADA MUSLIM TAPI KORUPTOR,” kata Geisz Chalifah.
“Pada saat itu Anies masih jadi Menteri. TOLOLLLL LUHH!!!” tambahnya.
Adapun pernyataan Profesor Henri Subiakto soal Anies Baswedan menjadi simbol perjuangan politik agama disampaikan melalui akun Twitter resminya.
Dalam cuitan itu, Henri Subiakto awalnya mengatakan bahwa Anies Baswedan aslinya adalah nasionalis.
Namun, menurutnya, Anies Baswedan menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama karena ingin berkuasa.
“Anis dulu memang pendukung Jokowi. Anis itu aslinya nasionalis yang menghormati tenun kebangsaan,” kata Prof Henri melalui akun Twitter resminya pada Selasa, 26 April 2022.
“Tapi karena ingin berkuasa, diapun menerima saat didukung dan digandeng para penunggang agama,” sambungnya.
Prof Henri menilai bahwa karena hal inilah, Anies menjadi identik dan sulit dilepaskan dari kelompok penunggang agama ini.
“Bahkan jadi simbol perjuangan politik agama,” katanya.
Bersama pernyataannya, Prof Henri membagikan berita soal Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang meninjau sirkuit Formula E bersama Anies Baswedan.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Presiden Joko Jokowi mengunggah fotonya bersama Anies Baswedan yang meninjau sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara, pada Senin, 25 April 2022.
“Saya datang ke kawasan Ancol di Jakarta Utara, sore tadi, untuk meninjau langsung perkembangan proyek pembangunan sirkuit Formula E,” kata Jokowi dalam unggahannya.
“Saya sempat berkeliling bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk menjajal aspal baru sirkuit ini,” sambungnya.
Presiden Jokowi menyebut sirkuit Formula E dengan panjang lintasan 2,4 kilometer sudah siap digunakan.
“Tinggal penyelesaian paddock dan grandstand, tapi saya kira masih ada waktu sehabis Lebaran,” kata Jokowi.
“Saya berharap, bulan Juni nanti, kita sudah bisa menyaksikan balapan mobil listrik di Sirkuit Formula E di Ancol,” lanjutnya.










