Terkini.id, Soppeng - Gas elpiji 3 kg kembali menjadi langka di beberapa wilayah di Kabupaten Soppeng. Kelangkaan ini diduga disebabkan oleh faktor musiman dan kenaikan permintaan yang tinggi.
Dari pantauan sejumlah pangkalan gas elpiji, stoknya habis dan tidak dapat memenuhi permintaan konsumen. Keadaan ini mengakibatkan sebagian masyarakat kesulitan dalam memasak dan mengolah makanan di rumah.
Mengantisipasi kelangkaan tersebut, pemerintah Kabupaten Soppeng melalui Dinas Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil menengah, mengambil langkah dengan cara pembelian tabung gas elpiji 3 kg di kelurahan/desa. Hal ini dilakukan untuk memantau pembelian tabung gas dan menekan kelangkaan di beberapa wilayah yang terdampak.
Menurut Andi Agus Salim, Kepala Dinas PPK dan UKM Kabupaten Soppeng, kelangkaan gas elpiji di beberapa wilayah disebabkan oleh faktor musiman dan kenaikan permintaan yang tinggi, terutama saat musim pengantin dan petani yang memakai gas untuk keperluan pertanian.
"Saat ini,kami telah mengambil langkah penjualan tabung gas elpiji 3 kg di kelurahan/desa dengan harga 18.500 rupiah untuk memenuhi permintaan masyarakat dan memantau penjualannya."
"Hal ini dilakukan untuk membagi pasar gas elpiji secara merata ke masyarakat, untuk hasil penjualan tetap diambil oleh pangkalan.










