FPI Berubah Jadi Front Persatuan Islam, GP Ansor: Kalau Muncul di Tegal Kami Sikat

FPI Berubah Jadi Front Persatuan Islam, GP Ansor: Kalau Muncul di Tegal Kami Sikat

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Tegal dengan tegas menolak keberadaan ormas Front Persatuan Islam yang merupakan perubahan dari nama Front Pembela Islam (FPI) pasca dibubarkan pemerintah.

Hal itu disampaikan Pembina GP Ansor Tegal, Nurohman. Ia menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menolak keberadaan Front Persatuan Islam di Kabupaten Tegal.

Hal itu, kata Nurohman, lantaran kepengurusan Front Persatuan Islam tersebut tetap diisi oleh orang-orang yang sama dengan pengurus FPI.

"Mau gan‎ti apapun bentuknya, mau kepanjangannya diganti apapun, kami tetap menolak. Seperti PKI, sudah dilarang terus ganti nama ya tetap PKI," kata Nurohman, Senin 4 Januari 2021 seperti dikutip dari Suara.com.

Pembina Ansor Tegal yang juga merupakan Ketua Gerakan Pemuda Bangsa ini juga menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah yang telah membubarkan FPI dan menetapkannya sebagai organisasi terlarang.

Pasalnya, menurut Nurohman, keberadaan ormas FPI selama ini telah banyak membuat masyarakat jadi resah.

‎"Walaupun sudah ganti nama, kami dari Ronggolawe siap perang. Kalau muncul di Kabupaten Tegal, tetap akan kami lawan, kami sikat," tegasnya.

Berdasarkan pengamatannya, lanjut Nurohman, FPI memiliki kepengurusan dan cukup banyak simpatisan di Kabupaten Tegal. Mereka sebagian besar berada di Kecamatan Talang dan Bumijawa.

Oleh karenanya, GP Ansor meminta kepada pihak kepolisian agar menindak tegas apabila ormas FPI tersebut masih melakukan aktivitas di wilayah Kabupaten Tegal.

"Kepolisian harus membubarkan karena sudah dinyatakan pemerintah sebagai organisasi terlarang‎," ujarnya.