Terkini.id, Jakarta - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari soal masuknya ratusan tentara Amerika Serikat (AS) ke Indonesia untuk mengikuti program latihan bersama TNI AD.
Ferdinand menyindir bahwa ia belum mendengar politisi Partai Gerindra, Fadli Zon berbicara soal masuknya Warga Negara Asing (WNA) ke Indonesia ini.
"Ini ada WNA masuk, tapi saya belum dengar Fadlizon bersuara," katanya melalui akun FerdinandHaean3 pada Minggu, 25 Juli 2021.
Padahal, kata Ferdinand, biasanya Fadli paling kencang bereriak kalau ada WNA yang masuk, apalagi dalam suasana PPKM begini.
"Apakah Fadli belum tau WNA yang masuk ini? Atau darah bang Fadli luntur warna merahnya karena WNA ini dari USA?" lanjutnya.
Salah seorang netizen lalu membalas bahwa para kadal gurun (kadrun) juga tak berkomentar mengenai masuknya tentara AS ini.
"Qadrun hanya benci komunis tapi doyan uang liberal," balas Ferdinand ke netizen tersebut.
Sebelumnya, 330 tentara AS dilaporkan tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Sabtu, 24 Juli 2021.
Para tentara ini akan mengikuti latihan bersama TNI AD pada 1-14 Agustus 2021 di tiga daerah latihan tempur, yakni Baturaja, Amborawang, dan Makalisung.
"Tujuan dari latihan bersama ini adalah untuk meningkatkan kerja sama dan kemampuan prajurit TNI AD dengan AD Amerika Serikat dalam pelaksanaan tugas operasi," jelas Kepala Dinas Penerangan, Brigjen TNI Tatang Subarna, dilansir dari Detik News.
Latihan ini akan diikuti oleh 2.246 personel TNI AD dan 2.282 personel tentara AD AS dengan materi latihan Staff Exercise, Field Training Exercise, Live Fire Exercise, Medical Exercise, dan Aviation.
Tatang mengungkapkan bahwa ribuan personel tentara AS akan datang secara berturut-turut.
Lebih detail, Tatang menyebut bahwa kedatangan berturut-turut tentara AS di Bandara Palembang akan terjadi hingga tanggal 26 nanti, menggunakan lima pesawat.
"Sedangkan di Amborawang dan Makalisung, hanya pada tanggal 25 besok, masing-masing menggunakan satu pesawat," lanjutnya.
Tatang memastikan protokol kesehatan (prokes) yang ketat dari Satgas Covid-19 hingga ketentuan-ketentuan yang berlaku akan diterapkan terhadap para Tentara Amerika tersebut.
Selain itu, pemeriksaan dari pihak Bea Cukai dan Imigrasi juga akan dilakukan agar kegiatan latihan bersama berjalan dengan aman dan tertib.










