Terkini.id, Jakarta – Kritikus politik, Faizal Assegaf menanggapi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya yang menilai bahwa penundaan Pemilu 2024 adalah usulan yang masuk akal.
Faizal Assegaf mengaku prihatin dengan PBNU yang menurutnya bersikap norak melawan arus aspirasi publik yang tak setuju Pemilu ditunda.
Ia membandingkan hal itu dengan sikap Muhammadiyah yang dengan tegas menolak usulan penundaan Pemilu.
Faizal Assegaf menilai bahwa sikap Muhammadiyah ini adalah sikap yang inklusif dengan ciri berpikir cerdas, waras, dan konsisten menegakkan konstitusi.
“Sementara Ketum PBNU, Yahya Staguf klaim penundaan pemilu masuk akal. Dengan memberi catatan keputusan tersebut harus melalui pendekatan dialog,” kata Faizal Assegaf melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 28 Februari 2022.
Ia menilai bahwa diksi “penundaan pemilu masuk akal” yang dilontarkan Ketum PBNU adalah “sampul proposal” yang isinya sudah dapat disimpulkan sebagai politik kompromi.
“Prihatin PBNU bersikap norak melawan arus aspirasi publik yang tidak setuju pemilu ditunda,” katanya.
Faizal Assegaf menilai bahwa sikap PBNU ini jelas adalah tabiat pragmatis yang esensinya tidak berakal.
“Lebih jauh, lakon Ketum PBNU dan klaim ormas terbesar, makin mengalami kebangkrutan moral dan intelektual,” katanya.
Bagi Faizal Assegaf, sudah jelas pemilu dengan jadwal yang ditetapkan adalah keputusan konstitusi yang tidak dapat dikompromikan dengan kalkulasi politik proposal apapun.
“Tabiat politik norak tersebut harus dihentikan!” tegasnya.
Dilansir dari Kompas, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Gus Yahya angkat bicara mengenai polemik usulan penundaan pemilihan umum atau Pemilu 2024.
“Ada usulan penundaan pemilu dan saya rasa ini masuk akal, mengingat berbagai persoalan yang muncul dan dihadapi bangsa ini,” kata Gus Yahya di Pondok Pesantren Darussalam Pinagar, Pasaman Barat, Sumatera Barat, dikutip dari Antara, Minggu, 27 Februari 2022.










