Terkini.id, Jakarta – Fahri Hamzah dikenal sebagai pribadi yang kritis dan tidak takut untuk mengungkapkan keresehannya sekalipun itu bertentangan dengan pandangan mayoritas.
Sewaktu masih duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat, nalar kritisnya menyasar bukan hanya pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo, bahkan juga pada masa Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.
Terbaru, Wakil Ketua DPR RI periode 2014-2019 itu mengajak para politikus bisa memulai perlombaan debat pada 2022, dengan membahas gagasan dan rencana kebijakan bagi Indonesia.
Menurut pria kelahiran Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, debat menjadi penting agar rakyat tidak salah memilih pemimpin ke depan.
“Jangan sampai, karena rakyat dianggap hanya perlu sembako, lalu yang jadi presiden tukang bagi sembako,” ujar Fahri Hamzah dikutip dari Jpnn.com.
Selain kepada politikus, Fahri Hamzah juga mengajak penyelenggara negara mendudukkan kembali hal-hal yang tidak pada tempatnya.
Misalnya, kata dia, soal pandemi dan krisis ekonomi yang terkoyak karena kurangnya pengetahuan tentang hukum dan konstitusi serta tata cara kelola negara.
“Para pemangku jabatan perlu sadari ini sebelum anarki,” terang Wakil Ketua Umum Partai Gelora itu.
Meski begitu, saat ini mengaku dirinya tidak lagi sekeras dulu saat masih berada di Parlemen. Justru, Fahri Hamzah belakangan ini lebih sering melontarkan kritik kepada partai oposisi pemerintahan.
Menurut Fahri, hal itu disebabkan karena dalam pandangannya, Parlemen terkhusus partai oposisi seperti diam saja dan tidak menyelenggarakan tugasnya sebagai pengawas jalannya pemerintahan.










