Terkini.id, Jakarta – Politikus Partai Gerindra Fadli Zon sebut kebijakan larangan ekspor Crude Plam Oil (CPO) dan minyak goreng yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harusnya dipikirkan secara matang untuk target dan dampak kedepannya.
Menurut Fadli, larangan tersebut kelihatannya kebijakan populis akan tetapi merugikan kita sendiri.
Fadli mengatakan, mulai dari petani, pengusaha dan juga negara mengalami kerugian atas kebijakan yang dikeluarkan itu.
“Seharusnya setiap kebijakan dipikirkan matang-matang target dan dampaknya. Soal larangan ekspor ini kelihatannya kebijakan populis tapi dampaknya merugikan kita sendiri. Petani rugi, pengusha rugi, negara rugi,” tulis Fadli Zon di akun twittenya yang dikutip Jumat, 6 Mei 2022.

Ia juga menyarankan agar kebiajakan larangan tersebut segera dihentikan.
“ Segera saja dibuka lagi keran ekspor,” sambungnya.
Sebelumnya, kebijakan yang dirilis pada Kamis, 28 April 2022 lalu keluar setelah deretan menteri pembantunya gagal menurunkan harga minyak goreng yang melonjak sejak akhir tahun lalu.
Sebagai negara penghasil CPO nomor satu dunia, kebijakan sapu jagat tersebut menuai kritik, protes, hingga apresiasi, baik itu dari luar maupun dalam negeri.
Dilansir dari Cnbcindonesiacom. Jumat, 6 Mei 2022, ddapun pelarangan itu diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 22/2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein, dan Used Cooking Oil ditetapkan pada 27 April 2022.










