Terkini.id, Jakarta - Sejumlah ormas yakni dari Aliansi Nasional Anti Korupsi (ANAK) NKR dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 menggelar aksi demo penolakan UU Cipta Kerja di Istana Merdeka pada Selasa hari ini, 13 Oktober 2020.
Lantaran adanya demo tersebut, Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) mengurungkan niatnya untuk melaksanakan demo serupa di Istana Presiden Jokowi pada Selasa hari ini.
Sebelumnya, KSBSI mengatakan akan menggelar aksi selama 5 hari berturut-turut sejak kemarin hingga Jumat 16 Oktober.
Mengutip detikcom, Presiden KSBSI Elly Rosita mengaku khawatir jika aksi demo yang dilakukan pada Selasa hari ini berujung anarkis.
Padahal, kata Elly, tujuan aksinya hanya untuk mendesak pembatalan UU Cipta Kerja.
“Kita batalkan ke istana karena ada elemen lain yang akan aksi hari ini, non KSBSI. Saya khawatir ada yang anarkis sampai bakar-bakaran, itu tidak kita ajarkan dan tujuan kita hanya menolak UU-nya yang cacat formil dan tidak menjatuhkan presiden,” ujar Elly, Selasa 13 Oktober 2020.
Elly pun mengatakan, KSBSI tak mau jika nantinya mereka ikut melakukan unjuk rasa di Istana lantas ditunggangi.
“Kita tidak mau unjuk rasa kita ditunggangi dan membawa keburukan padahal bukan kami yang melakukan,” ujarnya.
Oleh karenanya, pihaknya memutuskan tidak akan mengerahkan aksi massa dalam jumlah banyak ke Jakarta. Aksi hanya akan dilakukan di beberapa daerah saja.
“Anggota kita arahkan untuk melakukan aksi di daerah masing-masing, di kantor DPRD atau kantor Gubernur di Banten, Riau, Medan dan ada di beberapa provinsi,” ujar Elly.
Hal senada juga diungkapkan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.
“Tidak (ikut demo hari ini),” ujar Said singkat.










