Eko Kuntadhi Semprot Nicho Silalahi Soal Musibah Hilangnya Eril: Gak Punya Otak, Musibah Dipolitisir

Eko Kuntadhi Semprot Nicho Silalahi Soal Musibah Hilangnya Eril: Gak Punya Otak, Musibah Dipolitisir

Ainur Roofiqi

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta- Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menyoroti tanggapan Nicho Silalahi mengenai musibah hilangnya Eril, putra Ridwan Kamil.

Eko Kuntadhi merasa terkejut ketika mengetahui pemberitaan Nicho Silalahi mengomentari musibah yang menimpa Eril, putra Ridwan Kamil, sebagaimana dilihat pada akun Twitternya pada Sabtu 4 Juni 2022.

Eko Kuntadhi membuat sebuah unggahan dengan melampirkan tangkapan layar pemberitaan mengenai Nicho Silalahi yang menyebut "watak penguasa saat anak koleganya menjadi korban tapi diam saat rakyat dibantai".

Lantas, Eko pun menilai bahwa Nicho Silalahi benar-benar tidak punya otak setelah mengetahui tanggapan Nicho terhadap musibah hilangnya Eril.

Lebih lanjut Eko menyebut Nicho Silalahi telah melakukan politisasi pada sebuah musibah yang memilukan, dalam hal ini musibah hilangnya putra Ridwan Kamil di Sungai Aare, Swiss.

"Astagah! Orang ini benar-benar gak punya otak. Bahkan musibah yang memilukan pun dipolitisir,"

Eko Kuntadhi Semprot Nicho Silalahi Soal Musibah Hilangnya Eril: Gak Punya Otak, Musibah Dipolitisir
(Twitter/ekokuntadhi)

Sementara itu, dilihat dari akun Twitter pribadinya @Nicho_Silalahi, Sabtu 4 Juni 2022, dirinya berujar bahwa ada perbedaan perlakuan ketika anak dari seorang tokoh politik meninggal dunia dengan kejadian rakyat bangsa Indonesia yang dibantai di KM 50.

Nicho Silalahi mempertanyakan soal Eril yang menjadi korban tenggelam di Sungai Aare, Swiss disebut sebagai bencana kemanusiaan.

Ia juga membandingkannya ketika rakyat yang dibantai, hal tersebut dinilai bukan sebuah bencana kemanusiaan melainkan angka statistik semata.
“Satu orang meninggal itu bencana kemanusiaan tapi giliran rakyat dibantai cuma angka statistik, ujar Nicho Silalahi, dikutip dari akun Twitter @Nicho_Silalahi, Sabtu 4 Juni 2022.

Lebih lanjut lagi, Nicho Silalahi menyebut perbedaan persepsi tersebut bisa terjadi karena Eril merupakan anak dari kawannya sendiri (Anies Baswedan).

Sedangkan rakyat yang dibantai di KM 50 tidak akan mendapatkan simpati seperti Eril yang merupakan putra dari kolega Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

“Beginilah watak penguasa saat anak koleganya menjadi korban tapi dia diam saat rakyat dibantai seperti kejadian KM 50 dll,” tutur Nicho Silalahi.

Nicho Silalahi juga mempersoalkan mengenai seruan Shalat Gaib untuk Eril yang disampaikan oleh Anies Baswedan.

Menurutnya, Seharusnya rakyat yang dibantai di KM 50 juga mendapatkan perlakuan yang sama.

“Kenapa kau ga serukan semua Masjid Jakarta Salat Gaib?” ucap Nicho Silalahi.

Eko Kuntadhi Semprot Nicho Silalahi Soal Musibah Hilangnya Eril: Gak Punya Otak, Musibah Dipolitisir
(Twitter/Nicho_Silalahi)