Terkini.id, Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat ini masih menjadi perbincangan hangat masyarakat Indonesia, terutama di kalangan masyarakat pengguna sosial media, karena imbas dari aksi salah gerakan shalat yang dilakukan koordinator lapangan (korlap) aksi demo Bela Adzan PA 212, Fikri Bareno atau Buya Fikri yang viral di media sosial. Dan diketahui merupakan salah satu wakil ketua komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat di MUI Pusat.
Di tengah panasnya isu terkait ‘persoalan MUI’ tersebut, kabar mengejutkan datang dari Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, yang menyatakan mengundurkan diri dari jabatan tersebut.
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menyatakan telah mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum MUI.
Hal itu disampaikan oleh Kiai Miftah saat memberikan pengarahan dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat pada Rabu, 9 Maret 2022 sore.
Ia menyebut alasannya mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum MUI adalah karena ingin berkomitmen terhadap PBNU.
"Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan. Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," ujar Kiai Miftah, dikutip dari nu.or.id, Rabu, 9 Maret 2022.
Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 2007-2015 itu lalu menceritakan proses pemilihan dirinya menjadi Ketua Umum MUI pada akhir November 2020 lalu.
Menurut Kiai Miftah, hampir sejak dua tahun sebelumnya, dirinya dirayu dan diyakinkan untuk bersedia jadi Ketua Umum MUI.
"Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat 'bid'ah' di dalam NU. Karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI," jelasnya.
Saat ini, Kiai Miftah menambahkan, dirinya merasa 'bid'ah' itu sudah tidak ada lagi.










