Dewas Minta Direksi PDAM Makassar Kaji Kembali Pengelolaan IPAL Losari

Dewas Minta Direksi PDAM Makassar Kaji Kembali Pengelolaan IPAL Losari

K
Kamsah

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Makassar – PDAM Kota Makassar belum satu suara ihwal pengelolaan proyek IPAL Losari. Luas IPAL Losari yang berada di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar yakni 2,3 ha dan diproyeksi mampu melayani 70 ribu jiwa.

Proyek IPAL Losari memiliki total 14.000 sambungan terpasang yang terbagi atas 8.400 sambungan sampah domestik dan 5.600 sambungan sampah komersial dengan kapasitas air limbah 16.000 meter kubik/hari.

Dewan Pengawas PDAM, Prof Aminuddin Ilmar menjelaskan pihaknya mengembalikan kepada direksi untuk mengkaji kembali ihwal proyek tersebut.

“Apakah dalam pelaksanaan tidak memberi beban kerugian pada perusahaan,” kata Ilmar, Kamis, 15 Juni 2023.

Pasalnya, kata dia, saat ini perusahaan telah terbebas dari utang dan telah menghasilkan laba bersih bagi perusahaan. Selain itu, Ilmar mengatakan saat ini perusahaan juga telah menyisihkan dana cadangan dan kontribusi pada PAD Kota Makassar.

Ilmar mengatakan Direktur IPAL PDAM Makassar Ayman Adnan sudah melakukan presentasi di depan Dewas terkait rencana pengelolaan IPAL Losari.

“Dari hasil presentasi, disampaikan jika tahun pertama terdapat kerugian Rp7 miliar lebih, tahun kedua naik jadi Rp10 miliar dan seterusnya. Ini kan berarti, kalau rugi berpengaruh terhadap pendapatan PDAM,” ungkapnya.

Sementara, Direktur IPAL PDAM Makassar Ayman Adnan menuturkan setelah melakukan perhitungan, di tahun pertama butuh subsidi sebesar tujuh miliar.

“Di manapun semua operator IPAL pasti awalnya disubsidi dlu sebelum akhirnya mandiri,” kata Ayman.

Di sisi lain, ia mengatakan PAL Perumda Air minum berinisiatif agar juga mengelola Layanan Lumpur Tinja Terjadwal, agar pendapatan tersebut bisa mengurangi jumlah subsidi dari pemerintah.

Menurutnya, siapa pun yang menjadi operator IPAL Losari, pemerintah memang harus menyiapkan pos anggaran untuk itu. Ia yakin pemerintah kota sejak awal sudah memperhitungkan hal ini sebelum menerima bantuan Pembangunan IPAL Losari.

“Kita harus sepaham bahwa pengelolaan limbah orientasinya bukan hanya bisnis tapi lebih ke peningkatan derajat kesehatan masyarakat,” kata dia.

Ke depan, kata Ayman, semua daerah pasti akan mengelola limbahnya dan Kota Makassar sudah mulai melangkah lebih dulu.