Terkini.id, Garut - Video syur ‘Gangbang’ 3 in 1 yang menyeret biduan asal Garut, Jawa Barat, Vina, masih menjadi perbincangan hangat publik Tanah Air hingga saat ini.
Pasalnya, dalam video panas tersebut memperlihatkan satu pelaku perempuan yakni Vina yang masih berusia belasan tahun, digilir tiga pelaku laki-laki.
Sampai saat ini, polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut. Namun dari tiga tersangka, polisi hanya menahan dua orang.
Dari penuturannya di hadapan polisi, Vina mengaku diminta suaminya melakukan adegan hubungan badan dengan tiga pria, termasuk sang suami, Rayya yang juga ditetapkan sebagai tersangka.
Selain berperan sebagai aktor dalam video syur tersebut, Rayya juga diketahui merupakan pembuat dan perekam video panas itu.
Namun, baru-baru ini pria bertatto tersebut dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 September 2019, akibat menderita penyakit HIV.
Kabar meninggalnya Rayya juga dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Garut AKP Maradona Armin Mappaseng.
“Benar, kami mendapat kabar dari ketua RT setempat," kata Maradona, seperti dilansir dari VIVAnews, Sabtu, 7 September 2019.
Saat mengembuskan nafas terakhir, Rayya diketahui sedang berada di rumahnya, di Perumahan Al-Kautsar, Kabupaten Garut. Ia meninggal pada Sabtu hari ini, sekitar pukul 03.00 WIB.
Tidak adanya pemakamam umum di area lokasi perumahan, membuat Maradona belum mendapatkan informasi lebih jauh, di mana jenazah akan dimakamkan.
Perumahan Al-Kautsar adalah komplek yang didirikan untuk korban banjir bandang Garut, yang terjadi pada 2016 lalu. Sebelumnya, Rayya beserta keluarga tinggal di daerah Sanding.
Sekadar diketahui, selama proses pemeriksaan Rayya tidak sempat ditahan karena kondisinya yang tengah menderita penyakit komplikasi.
Pekan kemarin, almarhum sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Slamet Garut karena sakit yang dideritanya tersebut.