Dampak Ekonomi Global Akibat Perang Rusia Ukraina, Simak Faktanya!

Dampak Ekonomi Global Akibat Perang Rusia Ukraina, Simak Faktanya!

Alhini Zahratana

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Invasi Rusia ke Ukraina masih berlangsung. Saat ini dikabarkan bahwa pasukan Rusia telah menguasai pangkalan Antonov yang berada sekitar 15-20 mil (24-30 kilometer) dari ibu Kiev.

"Pasukan Ukraina menyatakan telah melancarkan serangan balik. Seperti diperkirakan oleh intelijen Barat, serangan ini berjalan dengan cepat, bahkan lebih cepat dari perkiraan," ujar Koresponden BBC dikutip dari laman Republika pada Kamis, 24 Februari 2022.

Diketahui sejak Kamis, 24 Februari 2022, Dinas penjaga perbatasan Ukraina menyampaikan, beberapa jam usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bersiap melakukan peluncuran operasi militer khusus di Donbas, wilayah timur Ukraina sejak saat itulah penyerangan belum dihentikan.

Salah satu tentara Ukraina dilaporka tewas dalam serangan penembakan di sepanjang perbatasan Krimea. Ini menjadi kematian militer pertama yang dikonfirmasi secara resmi dari invasi Rusia.

Selama delapan tahun, Pemerintah Ukraina tercatat mengalami konfilk dengan kelompok pemberontak separatis yang didukung Rusia di timur negara itu. Namun di tahun-tahun tersebut tidak ada korban jiwa di sepanjang perbatasan selatan dengan Krimea.

Terkait serangan tersebut, banyak kalangan yang menanggapi. Diantaranya Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Ia meminta Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menarik pasukannya dari Ukraina mengingat semakin banyaknya korban jiwa akibat serangan militer Rusia itu.

Bahkan sebagian warga Rusia sendiri tak sepakat dengan agresi yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu.

Atas peperangan ini ditengarai akan terjadi beberapa dampak pada ekonomi secara global.

Rusia sendiri tercatat sebagai pengekspor gandum utama dunia. Dikombinasikan dengan Ukraina, kedua negara ini menyumbang sekitar 29% dari pasar ekspor gandum dunia.

Maka ketegangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina tentu akan mengganggu rantai pasokan pangan global.

Sentimen ini juga menimbulkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap saham-saham yang memiliki market cap besar.