Terkini.id, Jakarta - Kasus Covid-19 di Indonesia belakangan meningkat drastis. Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama meminta untuk evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Hal ini dikarenakan laju peningkatan Covid di Indonesia tinggi. Diketahui kasus Covid di Indonesia tembus angka 27.197 per Kamis 3 Februari 2022.
Sehubungan kenaikan kasus ini, Tjandra berujar, evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) menjadi dua kunci yang sangat penting.
"Data kemarin ini menunjukkan jumlah kasus baru meningkat 58 persen dan kasus meninggal meningkat 50 persen dari sehari sebelumnya", ujar Tjandra, dikutip dari Tempo.co, Jum'at 4 Februari 2022.
Perbandingan kenaikan kasus sebulan sebelumnya kasus baru hanya 265 orang, sementara yang meninggal lima orang.
Dengan perbandingan ini, diartikan bahwa kenaikan kasus per hari naik 100 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya dan angka kematian akibat Covid juga naik drastis.
"Presiden Joko Widodo pada 31 Januari dan pada 3 Februari tadi malam sudah mengarahkan hal itu, untuk pengendalian Covid-19 di hari-hari mendatang", ujarnya, dikutip dari Tempo.co.
Dikonfirmasi terpisah, guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bagian Departemen Pulmunologi peningkatan kasus kemarin hampir sama dengan kasus Juli 2021 yaitu 27.913 kasus.
"Dan ketika itu, di tahun lalu mulailah diberlakukan PPKM darurat", ujar Guru Besar FKUI, dikutip dari Tempo.co.
Tjandra juga mengatakan, kasus nampaknya akan terus meningkat di hari-hari mendatang walau tidak terlalu mudah memprediksi angkanya.
Prediksi dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) University of Washington menyebutkan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada akhir Februari 2022 akan melonjak lebih dari 185 ribu kasus.










