terkini.id-Kabupaten Sinjai, P3E SUMA KLHK hadirkan kembali sosok Sarwono Kusumaatmadja, Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Selama kurang lebih 26 tahun baru bersua kembali bersama H.Tayeb seorang penerima kalpataru tahun 1995 walaupun terpisah jarak dan perbedaan waktu serta dalam sambungan via daring zoom.

Cerita sukses penghargaan kalpataru yang diberikan pada era Menteri LH tahun 1995 bagaikan menyibak cerita kenangan masa lalu. Semangat Konservasi Lingkungan itu tidak akan pernah padam.
Sehingga hal ini mengilhami bagi kita semua, Dan untuk itulah pertemuan berbagi cerita sukses pengelolaan Kawasan Wisata Mangrove Tongke -Tongke Kab.Sinjai Prov.Sulsel dilaksanakan pada hari ini bertempat pada Kawasan Mangrove, Desa Tongke Tongke Sinjai, Jumat 16/Juli/ 2021.
Kegiatan ini juga tetap mengedepankan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.
Perhelatan mengenai cerita sukses pengelolaan kawasan wisata mangrove tongke tongke ini juga dihadiri oleh
Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten.Sinjai A.Zainal Arifin Nur, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku Dr. Darhamsyah, Peraih kalpataru Pelestarian Kawasan Mangrove Tahun 1995 H. Tayeb, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kab. Sinjai Drs. Yuhadi Samad, M. Si, Kadis LH dan Kehutanan Ir H Ramlan Hamid, Camat Sinjai timur Akbar, S.Sos, Kades Tongke Tongke H.Sirajuddin, Ketua Pokdarwis, H.A. Zainuddin
Dalam sambutannya Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai A. Zainal Arifin Nur mengungkapkan, Salah satu program utama dari pemkab Sinjai yakni diantaranya pembangunan Hutan Mangrove Tongke Tongke Kab Sinjai .

Menurutnya, Pihak Pemerintah Kabupaten Sinjai, Sangat mendukung komitmen akan seluruh pegawai untuk peduli terhadap Lingkungannya.
"Bupati Sinjai A. Seto Gadhista Asapa, S.H , LLM sangat mendukung langkah langkah untuk peduli lingkungan terutama mangrove ini,"terang A.Zainal Arifin.
Sesi dilanjutkan paparan Dr.Darhamsyah yang menjelaskan Pemerintah Indonesia juga menfokuskan program Pemulihan Ekonomi Nasional saat ini.
Kita juga mengenal Penerima kalpataru Abu wenna di Kab Wajo yang juga belajar dari kawasan magrove Tongke Tongke ini.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kab. Sinjai Drs. Yuhadi Samad, M. Si, kembali mencoba mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata bagai menikmati saja hasilnya.

"Tetapi hal inilah merupakan hasil buah karya dari tangan tangan langsung masyarakat desa Tongke Tongke , dan untuk mengapresiasi Pemerintah Kab.Sinjai adalah dengan mendorong Agrowisata untuk mendorong kontribusi agar semakin berkembang,"ungkap Kadis Pariwisata dan Kebudayaan.
"Merangkul masyarakat desa Tongke Tongke sebagai bagian dari agrowisata Tongke Tongke,"jelasnya di hadapan peserta daring dan peserta yang berada di lokasi Mangrove Tongke Tongke.
Sementara itu , pada paparan sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab Sinjai, Ramlan Hamid kembali menjelaskan bahwa dahulu sekitar 30-40 tahun yang lalu, sebelum bakau ditanam telah didukung kegiatan ini oleh Menteri LH era saat itu Sarwono Kusumaatmadja.
"Hingga bakau yang ditanam kini berkembang dan menular ke wilayah sekitarnya,"imbuhnya.

"Tentunya hal ini dapat dicapai dengan bekerjasama dan saling berkontribusi,"pesan Ramlan Hamid.
H.Thayyeb, perintis mangrove di kab Sinjai Tongke Tongke sejak 1995 atau sekitar 26 tahun yang lalu telah berkembang hingga seperti sekarang ini.
Sosok H.Thayyeb telah Berumur 82 tahun.
"Dahulu perkampungan ini sering abrasi , ombak kencang , sehingga menyulitkan para nelayan,"kenangnya sambil berkaca disaksikan Sarwono Kusumaatmadja dari layar virtual.
Seorang sosok Menteri Yang pernah memberikan penghargaan Kalpataru di Istana negara pada Tahun 1995 silam .
"Sehingga jika ditanami Mangrove maka, perkampungan para nelayan di Tongke Tongke ini tidak bergeser pindah tempat,"terang H.Thayyeb.
"Pernah juga sedikit mengalami kekeliruan informasi ke Masyarakat, ketika penghargaan diterima namun saat itu ada sebahagian warga masyarakat yang akan memotong dan menebang,"ungkap penerima kalpataru dari Sinjai ini.
"Alasannya karna untuk apa penghargaan , kita ini butuh makan dan hidup dari wilayah ini, Namun setelah bertumbuh dan makin banyak ekosistem yang hadir di mangrove ini seperti Udang, kepiting bakau dll, maka perlahan mereka sadar dan mendukung,"kenangnya.
Dalam hidup ini terlebih generasi muda bisa mengingatnya.
"Ada rumus 3 (Tiga) K , yakni kesadaran, ketekunan dan keikhlasan,"pungkas H.Thayyeb
Sesi yang dinantikan, paparan dari Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998), Ir.Sarwono Kusumaatmadja.
Dalam penjelasannya, Setelah gemuruh penerimaan Kalpataru Mangrove di Istana Negara di Jakarta beberapa saat yang silam.
Akhirnya, banyak yang mengundang H.Thayyeb ini sebagai pembicara di level nasional.
Kisah ini bermula dari H.Thayyeb seorang sosok yang dahulu dari Kelompok tani Nelayan di Desa Samataring , Dusun Tongke Tongke ( dahulu: Tongke Tongke masih bernama sebuah Dusun).
Sarwono Kusumaatmadja kembali melanjutkan penjelasannya.
Dahulu sebelum ada bakau ikan kami cari dengan cara keluar, sekarang ikan datang sendiri, Sumur penduduk normal kembali.
Dahulu tanah akan dibawa oleh lautan jika tanpa mangrove.
Tetapi sekarang tanah dibawa sendiri oleh lautan kembali ke daratan.
Sarwono kembali mengingatkan akan pentingnya Ekonomi Lingkungan, dimana dunia sekarang menuju ekonomi berkelanjutan.
"Kawasan pusat triangle berada di dunia.terdiri dari enam negara yakni Filipina, Malaysia timur, Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini, kepulauan Salomon,"ucap Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998) Melalui tautan sambungan zoom siang tadi.
Menurutnya, Segitiga Karang laut dunia berada dalam wilayah Indonesia, dan Indonesia mempunyai sekitar 65 persen dari wilayah inti ini.
Australia banyak juga terumbu karang tetapi tidak masuk zona inti. Untuk Sulawesi mulai terbentang dari Sinjai, teluk Bone , dan Sulawesi berada di Intinya inti pesisir laut kita.
Kedepannya, Ekonomi lingkungan akan diatur sedemikian rupa sehingga kita hidup bukan mengorbankan kekayaan lingkungan kita, tetapi memperkuat kekayaan lingkungan kita itu sendiri.
Kita harus mencontoh kepeloporan H.Thayyeb yang tergabung dalam kelompok tani aku cinta Indonesia.
Pesan Sarwono Kusumaatmadja kepada peserta, jagalah hutan mangrove Tongke Tongke kabupaten Sinjai.
Mengapresiasi transformasi desa Tongke Tongke kepada Pokdarwis, kelompok sadar wisata .
Sambutan Kades Tongke Tongke , Semoga H.Thayyeb tetap diberikan kesehatan dan kekuatan untuk bersama kami masyarakat Desa Tongke Tongke.
Pembangunan Desa Tongke Tongke ini juga terbantu adanya program bantuan Dari Bupati Sinjai, A.Seto Rudiyanto Asapa.
Paparan sambutan Ketua Pokdarwis,
H.A. Zainuddin mengungkapkan amanah dari Bapak Sarwono Kusumaatmadja kami tetap laksanakan hingga saat ini.
"Kami mendorong masyarakat dan pemerintah daerah kami akan mengembangkan desa wisata ini untuk kemajuan lingkungannya,"ungkap Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Tongke -Tongke.
"Beberapa Menteri telah berkunjung kemari di Mangrove Tongke Tongke,"pungkasnya disesi akhir dialog bersama peserta daring dan tatap muka.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi peduli sampah dan kampanye peduli lingkungan dengan prokes yang ketat pada pelaksanaannya dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup 2021 " Restorasi dan Pelestarian Ekosistem Mangrove di Tongke-Tongke , Kab Sinjai bersama Pemkab Sinjai dan P3E SUMA KLHK.










