Terkini.id, Jakarta - Terkait penetapan harga tiket masuk yang semula Rp 50.000 lalu Rp 75.000 hingga sekarang Rp 750 per orangnya menjadi kesibukan tesendiri bagi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC)
Edy Setijono selaku Direktur Utama PT TWC memberikan keterangan secara aktif pada pubik terkait kenaikan harga tiket masuk.
Terdapat dua asumsi yang dijelaskan Edy mengapa pihaknya menaikan harga yang cukup signifikan dari sebelumnya.
Asumsi pertama yaitu adanya pembatasan kuota sebanyak 1200 orang yang mendapat akses menaiki bangunan Candi Borobudur
kedua yaitu upaya menjaga dan melestarikan bangunan Candi Borobudur yang saat ini mulai berkurang akibat jumlah wisatawan yang cukup banyak.
Edy adalah orang nomor satu didewan eksekutif pengelola Candi Borobudur cs.
Sehingga dapat dikatakan beliau adalah orang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan kawasan dengan tingginya nilai historis tersebut.
Mengutip laporan keuangan tahunan terakhir PT TWC periode 2020 yang telah diaudit
diketahui bahwa gaji yang diterima oleh direktur utama mencapai ratusan juta rupiah bila diakumulasi dengan tunjangan jabatan yang melekat.
“Penghasilan direksi dalam tahun 2020, yaitu direktur utama sebesar Rp94 juta perbulan ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp27 juta perbulan,” demikian Annual Report PT TWC 2020 pada Selasa, 7 Juni 2022. Dilansir dari voi.id
Artinya, posisi strategis sebagai Direktur Utama PT TWC mampu menghasilkan total gaji sebesar Rp121 juta perbulan.
Penghasilan yang diapat diterima pada beberapa staff pembantu Edy seperti direktur keuangan, SDM dan investasi
mencapai Rp 84 juta perbulan ditambah dengan tunjangan perumahan mencapai Rp 26,5 juta perbulan.
Kemudian, direktur pemasaran dan pelayanan sebesar Rp79,9 juta perbulan ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp26,5 juta perbulan.
Lalu, direktur teknik dan infrastruktur sebesar Rp79,9 juta perbulan ditambah tunjangan perumahan sebesar Rp26,5 juta perbulan.
“Anggota direksi dan keluarganya tidak memiliki saham di perusahaan ini. Anggota direksi dan keluarganya tidak memiliki benturan kepentingan dengan perusahaan dan tidak mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan perusahaan,” tegas PT TWC
Adapun, penghasilan komisaris utama adalah sebesar Rp42,3 juta perbulan ditambah tunjangan transportasi sebesar Rp8,4 juta perbulan.
Sementara penghasilan anggota komisaris tercatat Rp38 juta perbulan ditambah tunjangan transportasi sebesar Rp7,6 juta perbulan.
Secara total, jumlah beban gaji direksi dan dewan komisaris pada 2020 (termasuk honor dan tantiem) adalah sebesar Rp11,4 miliar.
Angka itu menurun dibandingkan dengan 2019 yang sebesar Rp20,4 miliar karena adanya revisi akibat situasi pandemi COVID-19.
Untuk diketahui, pada sepanjang 2020 PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko mengalami kerugian sebelum pajak Rp81,5 miliar.
Nilai itu 5,9 persen lebih sedikit dari proyeksi awal yang diperkirakan bakal mengalami kerugian Rp86,7 miliar.










