Bongkar Dosa Munarman FPI, Denny Siregar: Dia Pernah Masuk Penjara dan Berbaiat ke ISIS

Bongkar Dosa Munarman FPI, Denny Siregar: Dia Pernah Masuk Penjara dan Berbaiat ke ISIS

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Pegiat media sosial, Denny Siregar membongkar sejumlah kelakuan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman di masa lalu. Hal itu ia sampaikan berdasarkan data yang diperolehnya dari rekam jejak digital.

Lewat tayangan videonya di kanal Youtube Cokro TV, Selasa 22 Desember 2020, Denny Siregar membeberkan dosa-dosa Munarman pada 2007 silam hingga 2017 lalu.

Dalam video berjudul "Denny Siregar: DOSA-DOSA MUNARMAN" tersebut, Denny mengungkapkan bahwa Munarman sempat diduga terlibat ormas Islam yang telah dilarang pemerintah yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Dia diduga kuat terlibat dalam organisasi Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI yang sudah dibubarkan pemerintah. Pembelaan Munarwan waktu itu dia tidak terlibat di HTI hanya 'berkawan' saja dengan mereka," kata Denny Siregar dalam videonya itu.

Selain itu, kata Denny, Munarman juga pernah dilaporkan ke Polda Bali tahun 2017 lalu oleh masyarakat Lintas Agama di Bali karena menghina para pecalang.

"Tetapi laporan itu sampai sekarang belum ditindaklanjuti," ungkapnya.

Munarman, lanjut Denny, juga pernah mempertontonkan aksi kekerasan di depan publik dengan menyiram secangkir teh ke wajah Thamrin Amal Tomagola, Sosiolog dari UI, pada tahun 2013 lalu di acara pagi TV One.

"Sayangnya, Thamrin Amal Tomagola tidak mau menuntut Munarman karena kekerasan terhadap dia. Mungkin karena takut melihat Munarman dengan laskar FPI di belakangnya," tuturnya.

Dalam videonya tersebut, Denny juga mengungkapkan Munarman pernah masuk penjara pada tahun 2007 lantaran menyerang seseorang dan membawa senjata api.

"Dan perlu Anda semua tahu, Munarman pernah masuk penjara di Depok tahun 2007 lalu, karena dianggap menyerang seseorang dan karena kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal," ujar Denny Siregar.

"Dan Munarman bilang kalau anggota FPI tidak pernah membawa senjata api? Ah, Munarman ngibulnya keterlaluan. Jejak digital gak pernah bohong bro," sambungnya.

Tak hanya itu, kata Denny, pada 2015 silam juga pernah beredar foto dan video di media sosial yang memperlihatkan Munarman berbait ke jaringan teroris internasional, ISIS.

"Tahun 2015 beredar foto dan video Munarman di media sosial ketika dia berbaiat kepada ISIS, organisasi kejam yang tujuannya untuk mendirikan negara agama di seluruh dunia," tutur Denny.

Menurutnya, Munarman sejatinya adalah orang yanh punya ideologi militan untuk mendirikan negara agama di atas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Begitu banyaknya dosa-dosa Munarman yang mengerucut pada satu benang merah bahwa Munarman sejatinya adalah orang yang punya ideologi militan negara agama di atas negara Republik Indonesia," tegasnya.

Lantaran hal itu, Denny Siregar pun menilai bahwa aparat kepolisian sudah seharusnya menangkap Munarman.

"Ini seharusnya sudah lama menjadi bahan kepolisian untuk menangkap Munarman sebagai salah satu dalang permasalahan intoleransi dan radikalisme di negeri ini," ujarnya.