Terkini.id, Makassar-H. Bakri Pallao lahir di Kalosi Enrekang, 15 Juli 1943. Bakri Pallao berpulang di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar pada Minggu 5 Januari 2020, usia 76 tahun. Semasa hidup pengabdiannya sebagai Pramuka tidak boleh diragukan.
Pramuka Sulawesi Selatan berduka, khususnya Saka Wana Bakti dan Saka Kalpataru. Ia adalah senior penggerak Pramuka Daerah Sulawesi Selatan, dedikasi dan pengabdiannya tak tergantikan. Boleh dikatakan seluruh hidupnya dihabiskannya untuk Pramuka.
Hingga akhirnya, pengabdian tersebut sampai titik nafas terakhir telah dibuktikan, darma baktinya dalam membangun karakter generasi muda telah dilaluinya lintas generasi tanpa mengenal batas waktu dan rasa lelah.
Di tahun 1997 adalah pertama kali 3 (tiga) orang yaitu, Bakri Pallao, Idris Pawellangi, Bakri Nongko berdiskusi terkait berbagai permasalahan lingkungan hidup di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan dan mengaitkan dengan Dasa Darma dan kegiatan Pramuka yang tidak terlepas dari alam dan pengamalan Dasa Darma ke 2.
Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, yang pada akhirnya semasa hidupnya Bakri Pallao menggagas suatu ide dan terobosan bahwa persoalan lingkungan hidup harus melibatkan peran aktif dan nyata dari anggota pramuka. Hal ini perlu didorong sampai ke Pusat/Jakarta melalui Kwarnas dan Kementerian agar bisa ada kerjasama dan melahirkan satu Satuan Karya yang bergerak khusus dibidang lingkungan hidup.
.jpeg)
Ide dan gagasan itu berasal dari 3 (tiga) orang yaitu, Bakri Pallao, Idris Pawellangi, Bakri Nongko kemudian disampaikan ke Kepala Bapedal Wilayah III (kala itu dijabat H. Naharuddin Tinulu). Naharuddin sangat merespon dan menfasilitasi ide dan gagasan itu diteruskan ke Jakarta melalui Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KNLH) untuk mendorong adanya kerjasama antar KNLH/Kepala Bapedal dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan hasilnya pada tahun 1998 untuk pertama kalinya lahir kerjasama dimaksud, namun Satuan Karya dimaksud belum bisa terealisasi. Ide dan gagasan pembentukan Satuan Karya tidak pupus sampai disitu, penuh perjuangan dan waktu yang panjang, sempat redup beberapa tahun kemudian.
Beruntungnya disaat redupnya itu, sekitar tahun 2011 Deputi KLH Bidang Komunikasi yang saat itu dijabat oleh Ilyas Asaad bekerja cerdas bersama Jo Kumala Dewi bersama Timnya membangun komunikasi yang baik antar KLH dengan Kwarnas untuk membentuk Satuan Karya yang bergerak di Bidang Lingkungan Hidup. Pertemuan tersebut membentuk Saka Kalpataru di beberapa daerah di Pulau Jawa, dan Pulau Sumatera, dan Alhamdulillah perjuangan Ilyas Asaad bersama Tim membuahkan hasil di penghujung tahun 2013, melalui sidang Munas Kwartir Nasional Gerakan Pramuka di Kupang disahkan secara resmi keberadaan Satuan Karya Pramuka (Saka) Kalpataru. Dan menyusul pembentukan Saka Kalpataru di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Kawasan Timur di tahun 2014.
Untuk pertamakalinya terbentuk di Merauke dan Kota Jayapura yang dihadiri lansung oleh Menteri Lingkungan Hidup selaku Ketua Mabisaka Kalpataru saat itu dijabat oleh Prof. DR. Balthasar Kambuaya, dan di bulan Mei 2014 pertama kalinya dilaksanakan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru di Sorong, yang di inisiasi Tim P3E Papua dan hadir membuka acara Menteri Lingkungan Hidup selaku Ketua Mabisaka Kalpataru Balthasar Kambuaya, juga hadir Ilyas Asaad, Joko Murshito, dan lainnya.
Semoga niat tulus dan perjuangan ini bisa memberikan kontribusi positif dan nyata dalam mengisi pembangunan lingkungan hidup melalui peran aktif dan nyata dari Satuan Karya Kalpataru.
"Bakri Pallao bukan hanya sekedar senior di Pramuka, tapi adalah seorang ayah, guru sekaligus sahabat yang selalu menyampaikan solusi jika ada masalah khususnya dalam pengembangan pramuka. Selamat jalan Kak Bakri Pallao," kenang Bakri Nongko.
Perjuangan dan baktinya dalam memajukan Gerakan Pramuka tidak akan pupus ditelan waktu, perjuangannya akan berlanjut.
Kalangan Pramuka sontak berduka dan tak henti-hentinya menyampaikan rasa kehilangannya, salah satunya dituturkan Ahmad Yusuf Arief, Kepala Sub Bagian Tata usaha Balai Gakkum Wilayah Sulawesi.
“Selamat jalan kak Bakri Pallao, sang pramuka sejati, pengabdianmu sungguh panjang dan tak terkira, kami tak sanggup mengikuti jejakmu yang tulus terhadap generasi penerus Pramuka, selamat jalan kakak Bakri, semangat dan jiwa pengabdian kakak akan kami kenang dan teruskan, dan semoga akan lahir kakak Bakri dengan jiwa tulus dan semangat yang sama di zaman milenial ini. Salam Pramuka,” Ucap Yusuf sapaan akrab Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Gakkum Sulawesi ini.
Mendengar kabar duka tersebut kemudian Mustari Tepu dari P3E Suma menuturkan, Almarhum merupakan pribadi yang sederhana sebagian besar hidupnya didedikasikan untuk Gerakan Pramuka di Sulawesi Selatan.
Kemudian Ahmad Sihabi Wakasek sekaligus Humas SMK Kehutanan Negeri Makassar, menyebutkan, Almarhum orangnya pekerja keras, telaten urus anak-anak Pramuka Makassar maupun Sulsel, termasuk aktif membina Saka Wanabakti Sulsel.
"Beliau juga senang membina pramuka di SMKKN Makassar. Semoga Husnul Khatimah," katanya.
Secara terpisah, melalui chat WhatsApps Andi Hasbi (BLH Sulsel) menyampaikan belasungkawa dan menjelaskan, Saya selaku pimpinan Saka Kalpataru Sulawesi selatan sangat berduka dan kehilangan atas berpulangnya almarhum kak H. Bakri Pallao salah seorang andalan kwarda sulsel. Semoga darma baktinya selama ini menjadi ibadah yang akan mengantar beliau ke tempat yang layak.
“Berdirinya Saka kalpataru di Sulsel juga sangat kental dengan bantuan beliau, tanpa beliau mungkin kami susah untuk memulai dan berkembang,” ucapnya.
Andi Hasbi menambahkan, secara pribadi sudah menganggap beliau orangtua, sejak saya masih penggalang, beliau telah menjadi kakak pembina kita di Sulsel.
“Semoga segala amal baktimu mendapatkan pahala disisi-NYA dan sorga terbaik buat Kak Bakri Pallao. Semoga Khusnul khatimah,” pungkasnya.










