Bendung Pengaruh China di Kawasan Asia Tenggara, Menlu Amerika Serikat Tur ke Indonesia

Bendung Pengaruh China di Kawasan Asia Tenggara, Menlu Amerika Serikat Tur ke Indonesia

Muhsin Hidayat

Penulis

Terkinidotid Hadir di WhatsApp Channel
Follow

Terkini.id, Jakarta - Amerika Serikat serius melakukan pendekatan diplomatik terhadap negara-negara ASEAN. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, menjadwalkan kunjungan ke Indonesia pada hari Senin 13 Desember 2021.

Tur ini merupakan bagian dari agenda Presiden Joe Biden dalam rangka mempererat hubungan kerja sama ekonomi dan keamanan AS. Untuk membendung pengaruh China yang semakin menguat di kawasan Asia Tenggara.

AS dan China telah lama bersaing berebut pengaruh di kawasan Asia Tenggara. Salah satunya terkait sengketa Laut China Selatan. Kawasan laut yang diklaim oleh China sebagai teritorinya.

Seorang diplomat AS di Asia, Danies Kritenbrink, menginformasikan bahwa pemerintahan AS tengah meningkatkan perannya ke posisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Fokus kerja sama ini adalah penguatan infrastruktur keamanan regional. Dalam menghadapi ancaman China dan sekaligus visi Presiden dalam kerangka ekonomi Indo-Pasifik.

Joe Biden menyadari posisi kawasan Asia Tenggara penting terutama menghadapi kekuatan China yang semakin menguat. Di pemerintahan sebelumnya di era Donald Trump, keterlibatan AS berkurang sejak menarik diri dari kesepakatan perdagangan regional sejak 2017.

Kondisi ini dinilai mengurangi kemampuan di AS dan justru dimanfaatkan China dalam menebar pengaruh mereka seperti dikutip dari cnnindonesia.com pada Senin 13 Desember 2021.

Matthew Goodman, seorang pakar ekonomi regional pada Center for Strategic and International Studies (CSIS) mengatakan pemerintah AS berkomitmen terlibat kerjasama ekonomi jangka panjang.

"Ada beban pembuktian pada pemerintahan AS ini untuk menyampaikan strategi ekonomi yang menunjukkan sekutu dan mitra kami bahwa kami berkomitmen untuk keterlibatan ekonomi jangka panjang di kawasan ini," ujar Goodman yang berbasis di Washington.

Namun hingga kini Kementerian Luar Negeri RI belum memberikan detail pembahasan pertemuannya. Selain itu, Menteri Luar Negeri AS juga akan dijadwalkan berkunjung ke Malaysia dan Thailand.