Terkini.id, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara belum memutuskan akan ikut demonstrasi gagasan BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin 11 April 2022.
Dilansir dari CNN Indonesia, Koordinator Pulau Jawa BEM Nusantara, Ahmad Marzuki Tukan mengatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan karena banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan karena besarnya hegemoni.
“Ditanya soal aksi nasional tanggal 11, pihaknya belum memutuskan untuk turun aksi karena banyak pertimbangan yang mesti di ambil mengingat hegemoni yang sedemikian besar," Ujar Ahmad Marzuki dilansir dari CNN Indonesia.
Dalam pernyataannya, Ahmad Marzuki juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, BEM Nusantara hanya menyampaikan hasil kajian isu yang mereka kawal.
"Mulai dari persoalan kelangkaan minyak goreng, kenaikan PPN, kenaikan BBM, wacana jabatan presiden 3 periode, dan isu lainnya yang sedang berkembang di publik akhir-akhir ini. Kami diskusi terbuka dan kami sampaikan keluhan-keluhan itu," Tegas Ahmad Marzuki dilansir dari CNN Indonesia.
Pemberitaan terkait BEM Nusantara yang belum memutuskan untuk ikut demonstrasi ini ramai direspon oleh banyak netizen di media sosial, salah satunya datang dari pengguna Twitter bernama @Muhammad_R163
Dalam cuitannya, akun Twitter @Muhammad_R163 beranggapan jika BEM Nusantara ini akan pulang dengan membawa amplop.
“BEM nusantara pulang pulang bawa amplop” Tulis akun Twitter @Muhammad_R163

Pengguna Twitter lain, bernama @MisdiPriansyah4 turut memberikan komentarnya, ia baru mendengar ada yang dinamakan sebagai BEM Nusantara.
“Aku koq baru dengar ada BEMNus… Kiprahnya apa saja selama ini. Kow gak pernah disebut sebut Oleh mahasiswa” Tulis akun Twitter @MisdiPriansyah4.
Sementara itu, diketahui jika BEM SI akan menyuarakan protes mereka melalui unjuk rasa di depan Istana Kepresidenan pada Senin mendatang.
Dilnsir dari CNN Indonesia, mereka akan menyuarakan penolakan atas isu perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilihan umum 2024. Mereka juga bakal memprotes kenaikan harga BBM dan bahan pokok.










